Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polda Sulsel Tidak Izinkan Warga Nonton Bareng Film G 30 S/PKI

Muhammad Yunus Rabu, 30 September 2020 | 09:34 WIB

Polda Sulsel Tidak Izinkan Warga Nonton Bareng Film G 30 S/PKI
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Ibrahim Tompo. (Istimewa)

Polda Sulsel tidak ingin masyarakat yang berada di wilayahnya banyak tertular virus Corona

SuaraSulsel.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) tidak mengizinkan masyarakat menggelar nonton bareng Film G 30 S/PKI. Karena akan menimbulkan kerumunan.

"Situasi saat ini tidak ada izin untuk keramaian," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada SuaraSulsel. id, Rabu (30/9/2020).

Alasan pelarangan berkumpul tersebut dilakukan demi keselamatan banyak orang. Polda Sulsel tidak ingin masyarakat yang berada di wilayahnya banyak yang tertular virus Corona atau Covid-19 bila kegiatan seperti nonton bareng tetap dilakukan di sejumlah tempat tertentu.

"Kegiatan berkumpul secara umum dilarang dengan pertimbangan rawan menjadi klaster penyebaran Covid. Ini demi keselamatan banyak orang," jelas Ibrahim.

Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono menegaskan hingga kini polri tidak mengizinkan masyarakat berkumpul atau berkerumun. Baik itu ingin menonton film G30S/PKI maupun menonton pertandingan bola.

"Pokoknya yang mengundang kerumunan tidak boleh. Polisi tidak akan mengijinkan. Kalau ada, ya kami bubarkan," tegas Yudhiawan.

Yudhiawan mengemukakan penyebab dilarangnya melakukan kegiatan berkumpul-kumpul tersebut memang tidak terlepas dari pencegahan Covid-19 yang hingga kini masih terus mewabah.

Apalagi, polri juga telah berkaca dari kejadian sebelumnya. Dimana, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman beserta jajarannya terkonfirmasi positif corona setelah melakukan kegiatan berupa kunjungan di Kota Makassar yang dianggap terjadi pengumpulan.

"Itu kan gara-gara pengumpulan massa kemarin itu. Kan udah dikasih tahu pengumpulan massa tidak boleh lebih dari 100 orang. Udah positif repot, kalau punya penyakit bawaan bahaya," kata dia.

"Di Jakarta saja nggak boleh, apalagi di Makassar," Yudhiawan menambahkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait