Kabar Gembira, Kakek Usia 83 Tahun Bisa Sembuh Lawan Covid-19

Lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Tak sedikit yang dinyatakan meninggal dunia akibat virus tersebut.

Muhammad Yunus
Selasa, 29 September 2020 | 10:13 WIB
Kabar Gembira, Kakek Usia 83 Tahun Bisa Sembuh Lawan Covid-19
Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Edi Junaedi sembuh dari virus corona di usia 83 tahun. (Suara.com/Irfan Maulana)

Padahal, Covid-19 ini telah dinyatakan sebagai pandemi. Artinya penyebaran virus ini sudah global. Salah satu kunci untuk mempercepat penanganan Covid-19 kata Edi adalah Ikhtiar.

"Yang kita sebut protokol kesehatan yang pokoknnya ada tiga itu, masker, jaga jagak dan mencuci tangan itu ikhtiar. Malah benci Allah kalau gak patuh protokol kesehatan. Saya suka nangis kalau lihat itu. Ikhtiar itu hukumnya wajib," ujar Edi.

Anak keempat Edi Junaedi, Sobrun Zamili mengaku saat ayahnya dinyatakan positif Covid-19 sebenarnya dia sudah pasrah.

"Karena syaratnya sudah cukup (meninggal) lansia dan punya penyakit bawaan," ungkapnya.

Baca Juga:Positif Covid-19, Dua Anggota KPU Makassar Sehat dan Tanpa Gejala

"Bapak obatnya cuma 1. Bertemu dengan orang yang dia sayang. Itu sudah senang sekali," kata Sobrun.

Saat Edi diisolasi, tak ada yang berani bertandang ke rumahnya untuk sementara waktu. Aktivitas yang biasa dilakukan seperti mengaji berjamaah pun ditiadakan.

Masyarakat sekitar khawatir terpapar Covid-19. Terlebih Edi tinggal di perkampungan padat penduduk.

Sebagian keluarga yang terdiri dari istri, anak dan cucu pun melakukan karantina di kediaman Edi. Seperti anak ketiganya Ahmad Mulki Sobri dan keluarga, mereka melakukan isolasi mandiri di rumah sang ayah. Sebagian pula memilih untuk isolasi di kediamannya masing-masing.

Diakui Ahmad Sobri, selama mengkarantina diri dukungan dari tetangga tak henti-hentinya mengalir. Bahkan mereka tak gusar ketika ingin makan dan minum. Lantaran banyak tetangga yang mengantarkan logistik untuk mereka konsumsi.

Baca Juga:Pegawai Positif Covid-19, Layanan Disdukcapil Kembali ke Sistem Online

"Yang punya katering ngasih nasi box, yang punya warung ngasih beras. Kan kalo ngasi taro didepan (teras) itu disana makanan gak abis-abis," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini