Kabar Gembira, Kakek Usia 83 Tahun Bisa Sembuh Lawan Covid-19

Lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Tak sedikit yang dinyatakan meninggal dunia akibat virus tersebut.

Muhammad Yunus
Selasa, 29 September 2020 | 10:13 WIB
Kabar Gembira, Kakek Usia 83 Tahun Bisa Sembuh Lawan Covid-19
Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Edi Junaedi sembuh dari virus corona di usia 83 tahun. (Suara.com/Irfan Maulana)

Dia diberi selang oksigen untuk membantu pernafasannya. Karena itu, dokter pun mengindikasi Edi terpapar Covid-19. Sehari setelahnya, Edi di tes usap tenggorokan atau swab test.

Dua hari kemudian hasil tes keluar, Edi dinyatakan positif Covid-19. Tepatnya pada 13 Agustus, Edi dirujuk ke RS Sari Asih Cipondoh untuk menjalani perawatan.

"Jadi awalnya saya wudhu pakai air dingin kemudian saya sesak nafas. Jadi gak boleh kena air dingin. Syarafnya sudah sensitif kata dokter. Berasa seperti bertetangga dengan malaikat maut," tutur Edi.

Edi pun kemudian kembali dirujuk isolasi di salah satu rumah singgah di Modernland pada 25 Agustus. Disana Edi diisolasi selama 10 hari. Saat dinyatanyakan sembuh, pada 4 September Edi pun pulang ke rumahnya.

Baca Juga:Positif Covid-19, Dua Anggota KPU Makassar Sehat dan Tanpa Gejala

"Saat saya positif saya gak dikasih tahu. Saya curiga saat dipindahkan ke RS Sari Asih Cipondoh disana kan tempat untuk orang positif Covid-19. Tapi tetap tidak ada yang ngasih tahu. Baru saat berada di rumah saya dikasih tahu bapak kena Covid-19," kata Edi.

Kini Edi telah dinyatakan sembuh. Menjadi penyintas Covid-19 membuatnya selalu waspada. Tak bosan-bosannya dia memperingatkan masyarakat Kota Tangerang untuk mematuhi protokol kesehatan demi terhindar dari paparan Covid-19.

"Minta berdoa dan berdoa ini menyeluruh orang Tangerang terutama di masjid-masjid. Di dalam solat wajib ada doa Qunut Nazialah. Terus kedua, kita menggantungkan diri ke Allah," tegasnya.

Sedih Banyak Warga Abaikan Protokol

Edi mengaku sedih saat melihat ada masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan. Dia menilai tindak tersebut sama saja dengan mendzalimi orang lain lantaran dapat berpotensi tertular Covid-19.

Baca Juga:Pegawai Positif Covid-19, Layanan Disdukcapil Kembali ke Sistem Online

"Segala sesuatu kita minta kepada Allah. Jelas ada perkataaan minta menghidar dari mala petaka itu kewajiban kita sebagai Islam," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini