Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sebelum Tewas Gantung Diri, Kades di Mamasa 'Pamit' lewat Surat

Husna Rahmayunita Selasa, 28 Juli 2020 | 09:48 WIB

Sebelum Tewas Gantung Diri, Kades di Mamasa 'Pamit' lewat Surat
Ilustrasi mayat. [Antara]

P mengakhiri hidup dengan seutas kabel yang digantungkan di pohon.

SuaraSulsel.id - Kepala Desa Buangin, Kecamatan Rante Bulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang berinisal P (33) ditemukan tewas gantung diri, Senin (27/7/2020).

P meninggal dunia sebelum acara pembagian bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga. Ia mengakhiri hidup dengan seutas kabel yang digantungkan di sebatang pohon di kebun kopi warga.

Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto menerangkan, berdasarkan keterangan sang istri, sebelum meninggal, P sempat meninggalkan surat wasiat.

Laki-laki tersebut menyampaikan permohonan maaf dan berpamitan untuk pergi selama-lamanya kepada pihak  keluarga dan masyarakat.

"Dan selembar surat wasiat yang ditinggal yang intinya dalam intinya surat itu meminta maaf kepada keluarganya termasuk anaknya dan masyarakatnya selama dia bertugas jadi pemimpin desa untuk pamit selamanya," ujar Dedi seperti dikutip dari pojokcelebes.com--jaringan Suara.com, Selasa (28/7).

Kronologi Kades Ditemukan Gantung Diri

Dedi lantas mengungkap keterangan yang didapat dari saksi Albert,  keponakan korban.

Ia mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berboncengan dengan saksi menuju ke kantor Desa Buangin untuk untuk menghadiri pembagian BLT kepada warga.

Namun, P meminta turun di tengah jalan dengan alasan ingin buang air besar di sungai kecil, sedangkan saksi Albert diarahkan untuk ke kantor desa.

Setelah kurang lebih satu jam menunggu, korban tak kunjung muncul di kator desa, sementara warga sudah lama sudah berkumpul di sana. Alhasil, mereka menyusul ke tempat yang tuju korban.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait