- Kementerian Kelautan dan Perikanan memperketat regulasi revisi aturan konservasi untuk mengatasi ancaman spesies ikan asing invasif.
- Spesies ikan air tawar endemik sangat rentan terhadap kompetisi lingkungan akibat masuknya ikan asing yang tidak terkendali.
- Pemerintah menegaskan bahwa klaim kepunahan suatu spesies ikan harus didukung oleh bukti ilmiah dan hasil penelitian memadai.
SuaraSulsel.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti ancaman spesies ikan invasif terhadap keberadaan ikan lokal dan keseimbangan ekosistem perairan Indonesia.
Pemerintah mendorong penguatan regulasi serta kajian risiko sebelum spesies asing diperkenalkan ke habitat perairan Indonesia.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, mengatakan spesies invasif berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keberadaan spesies lokal.
Karena itu, introduksi maupun pelepasliaran ikan asing perlu mendapat perhatian serius.
Menurut dia, pengaturan spesies invasif menjadi salah satu substansi yang diperkuat dalam proses revisi Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.
"Jenis invasif ini sebenarnya menjadi isu karena berpotensi merusak lingkungan dan menjadi ancaman bagi spesies-spesies lokal kita," kata Sarmintohadi, saat Forum Konsultasi Publik di Kota Makassar, Rabu 28 Oktober 2026.
Ia menekankan, sebelum introduksi spesies dilakukan, perlu ada analisis risiko untuk memastikan ikan yang dimasukkan ke suatu wilayah tidak mengancam spesies lokal maupun keseimbangan ekosistem.
Kajian tersebut penting karena spesies yang tidak berasal dari suatu habitat berpotensi menimbulkan dampak ekologis ketika berkembang dan berinteraksi dengan organisme lokal.
"Kalau dalam tataran regulasi, sebelum kegiatan introduksi itu dilakukan harus ada analisis risiko untuk memastikan bahwa ikan yang diintroduksi itu tidak mengancam spesies lokal dan tidak mengancam keseimbangan ekosistem lokasi kegiatan," ujarnya.
Baca Juga: Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan
Ikan endemik air tawar lebih rentan
Sarmintohadi juga mengingatkan kerentanan spesies ikan air tawar, terutama yang memiliki sebaran terbatas dan bergantung pada kondisi habitat tertentu.
Perubahan lingkungan dan komposisi spesies dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan ikan endemik.
Tekanan tersebut dapat semakin besar ketika spesies lokal harus bersaing dengan spesies asing yang masuk ke habitatnya.
Menurut dia, kondisi ekosistem perairan yang relatif terbatas membuat sebagian ikan air tawar lebih rentan terhadap perubahan lingkungan dan tekanan pemanfaatan.
Karena itu, upaya konservasi perlu memperhatikan karakteristik spesies dan kondisi ekologis masing-masing wilayah, bukan hanya mempertimbangkan jumlah ikan yang dilepas atau ditambahkan ke perairan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini