- Hudiana, siswi Sekolah Rakyat asal Aceh, pertama kali naik pesawat saat menghadiri HUT program tersebut di Makassar pada 28 Oktober 2026.
- Kementerian Sosial menyelenggarakan peringatan satu tahun Sekolah Rakyat untuk 741 siswa dari berbagai daerah guna menampilkan bakat mereka.
- Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan bagi anak kurang mampu.
SuaraSulsel.id - Senyum Hudiana tak bisa disembunyikan. Bocah berusia 10 tahun asal Aceh itu baru saja merasakan pengalaman yang mungkin selama ini hanya bisa ia bayangkan.
Hudiana naik pesawat terbang untuk pertama kalinya.
Di tengah ribuan siswa Sekolah Rakyat dari berbagai penjuru Indonesia yang berkumpul di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026, Hudiana tampak antusias menceritakan pengalamannya.
Kedatangannya ke Makassar bukan sekadar perjalanan jauh dari kampung halaman. Melainkan juga pengalaman baru yang akan ia kenang.
"Rasanya senang sekali, pertama kali naik pesawat," kata Hudiana polos.
Siswi kelas IV Sekolah Rakyat itu merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara.
Di usianya yang masih belia, ia sudah mengenal bagaimana keterbatasan ekonomi keluarga bisa membuat masa depan seorang anak berada di persimpangan.
Sebelum mengenal Sekolah Rakyat, Hudiana nyaris kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Ibunya bekerja di Malaysia sebagai baby sitter dan tak kunjung pulang. Sementara ayahnya bekerja sebagai sopir angkutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar
"Ibu kerja jaga orang di Malaysia, tapi tidak pulang. Ayah kerjanya antar orang-orang," tuturnya.
Dalam kondisi seperti itu, bersekolah bukan perkara sederhana. Kebutuhan hidup keluarga harus dipenuhi, sementara biaya dan kesempatan untuk mengenyam pendidikan menjadi tantangan tersendiri.
Harapan itu datang ketika pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi keluarganya dan menawarkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
Hudiana tak banyak berpikir. Ia hanya ingin tetap bersekolah.
"Saya mau sekolah. Cita-cita jadi dokter," jawabnya.
Keinginan sederhana itu menjadi awal perjalanan baru bagi Hudiana. Kini, ia bisa belajar tanpa harus terus dibayangi keterbatasan ekonomi keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini