- Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan sampah organik dari 14 pasar sebagai pakan ratusan sapi di TPA Tamangapa sejak Jumat, 18 September 2026.
- Volume sampah organik pasar meningkat hingga mendekati 31 ton per hari berkat kolaborasi Perumda Pasar Makassar Raya dan pemerintah kecamatan.
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan penataan ini dilakukan agar sapi dilokalisasi dalam kandang dan tidak lagi mencari makan di timbunan sampah.
SuaraSulsel.id - Sampah organik dari pasar di Kota Makassar mulai dimanfaatkan sebagai pakan sapi yang diternakkan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Pemanfaatan ini menjadi bagian dari penataan kawasan TPA Tamangapa sekaligus upaya mengurangi sampah organik yang berakhir di area pembuangan.
Sampah organik yang sebelumnya menjadi bagian dari timbunan kini dipilah dari sumbernya, dikumpulkan, kemudian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi di area peternakan yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pemerintah kecamatan untuk mengumpulkan sampah organik dari pasar.
"Ada semacam kandang khusus untuk sapi di TPA. Pakannya itu dari pasar," kata Ali, Jumat (18/9/2026).
Sampah Organik dari 14 Pasar
Menurut Ali, saat ini sampah organik yang dimanfaatkan sebagai pakan berasal dari sekitar 14 pasar yang dikelola Perumda Pasar Makassar Raya.
Volume sampah organik yang berhasil dikumpulkan juga mengalami peningkatan cukup signifikan.
Sebelumnya, Perumda Pasar hanya mampu mengirim sekitar 3 hingga 4 ton sampah organik per hari ke kawasan peternakan.
Baca Juga: Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya
Setelah mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan, volumenya meningkat hingga mendekati 31 ton per hari.
Peningkatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Perumda Pasar dan pemerintah kecamatan dalam proses pengumpulan dan pemilahan sampah organik dari pasar.
Jumlah tersebut dinilai dapat mencukupi kebutuhan pakan sapi yang kini mencapai ratusan ekor.
Dengan asumsi kebutuhan pakan maksimal sekitar 20 kilogram per ekor per hari, kebutuhan pakan sapi dapat mencapai sekitar 30 ton setiap hari.
"Kalau ratusan sapi dan satu sapi paling banyak mengonsumsi sekitar 20 kilogram, Alhamdulillah semua sudah ter-cover, terpenuhi," ujarnya.
Bukan Sampah Campuran
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI
-
Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional
-
5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo
-
Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan
-
Nusron Wahid Masih Bisa ke Luar Negeri, KPK Pertimbangkan Statusnya sebagai Menteri