- Tim Unhas memperkenalkan prototipe Mini Solar Dryer di Fakfak Timur pada Jumat 18 September 2026 untuk mengatasi tantangan pengeringan pala.
- Sekitar 20 anggota kelompok tani mengikuti peragaan alat pengering pala dan diskusi mengenai kapasitas produksi bersama dosen Unhas.
- Tim Unhas juga memperkenalkan Solar Learning Kit kepada masyarakat guna membahas solusi keterbatasan pasokan listrik tenaga surya di sekolah.
SuaraSulsel.id - Pengeringan menjadi salah satu tantangan dalam pengolahan pala di wilayah Weri–Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tim VII Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan Mini Solar Dryer, prototipe alat pengering yang memanfaatkan energi matahari.
Alat tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Pojok Energi Surya Pala di Kantor Distrik Fakfak Timur, Jumat 18 September 2026.
Sekitar 20 anggota kelompok tani dan kelompok pala mengikuti penjelasan mengenai cara kerja alat, kemudian melihat langsung peragaan prototipe di luar ruangan.
Mini Solar Dryer diperkenalkan oleh Rudi, dosen Departemen Teknik Mesin Unhas.
Selain menjelaskan prinsip kerja alat, tim juga membuka diskusi mengenai kebutuhan pengeringan pala yang dihadapi masyarakat setempat.
Salah satu pertanyaan datang dari Imran Tunggin, anggota kelompok tani, yang menanyakan kemampuan alat jika digunakan untuk menangani produksi hingga sekitar 10.000 buah pala.
Pertanyaan tersebut menjadi catatan penting bagi tim karena alat yang diperagakan masih berupa prototipe berukuran kecil.
Kapasitas pengering menjadi salah satu aspek yang perlu dikembangkan agar teknologi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi masyarakat.
Baca Juga: Rektor Unhas: Tuntaskan Pengeboman Ikan
Prototipe itu juga belum digunakan untuk mengeringkan pala secara langsung. Pasalnya, musim panen pala di wilayah tersebut diperkirakan baru berlangsung pada Oktober.
Tim Ekspedisi Patriot Unhas berencana melakukan pendampingan ketika bahan pala sudah tersedia, sehingga kinerja alat dapat diuji menggunakan komoditas yang memang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Energi Surya untuk Kebutuhan Listrik
Selain pengering pala, tim juga memperkenalkan Solar Learning Kit, perangkat pembelajaran yang digunakan untuk mengenalkan prinsip dasar pemanfaatan energi surya.
Sesi ini diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari sejumlah fasilitas umum dan masyarakat, termasuk puskesmas, kepolisian sektor, guru SD Weri, SD Saharey, serta SMP Fakfak Timur.
Materi dan peragaan dipandu Muh. Izzul Islam AS, dosen Program Studi Teknik Metalurgi dan Material Unhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS
-
Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya
-
25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan