- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan sebanyak 25.214 keluarga penerima bansos di Sulawesi Selatan terindikasi judi online.
- Temuan data PPATK menunjukkan sebanyak 29 ASN Kemensos di Sulawesi Selatan juga terindikasi terlibat judi online.
- Kementerian Sosial saat ini sedang mendalami temuan tersebut dan mengancam akan memberhentikan pelaku serta mengevaluasi bantuan.
SuaraSulsel.id - Sebanyak 25.214 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial di Sulawesi Selatan (Sulsel) terindikasi terlibat judi online (judol).
Nilai transaksi yang terdeteksi bervariasi dengan nominal mulai Rp1 juta hingga mencapai Rp232 juta.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan data tersebut saat berada di Asrama Haji Makassar, Selasa, 15 September 2026.
Ribuan KPM yang terindikasi bermain judol itu tercatat dalam desil 1 hingga 4, yakni kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima sejumlah program bantuan sosial pemerintah.
"Ada 25.214 keluarga penerima manfaat yang bermain judol di seluruh Sulawesi Selatan," ujar Gus Ipul.
Dari jumlah tersebut, Kota Makassar tercatat sebagai daerah dengan jumlah KPM terindikasi judol terbanyak.
Gus Ipul mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah penerima manfaat yang namanya masuk dalam data tersebut.
Dalam proses klarifikasi, ada penerima manfaat yang mengaku rekeningnya digunakan oleh anak mereka.
"Ini kita catat terbanyak di Makassar. Setelah kita klarifikasi, katanya digunakan anaknya. Ini PR kita bersama-sama," ungkapnya.
Baca Juga: Harta Rp16,1 Miliar, Anggota DPR RI Eva Rataba Tercatat Sebagai Penerima Bansos
Menurut Gus Ipul, pemerintah tidak hanya berkepentingan memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Perilaku penerima manfaat dalam mengelola bantuan dan kondisi ekonominya juga menjadi perhatian.
Dia mengingatkan agar keluarga penerima manfaat tidak menggunakan uang untuk aktivitas yang justru merugikan kondisi ekonomi keluarga, termasuk judi online.
Gus Ipul mengatakan pemerintah dapat mengevaluasi status penerima bantuan apabila ditemukan pelanggaran yang membuat bantuan tersebut tidak lagi tepat sasaran.
29 ASN Kemensos di Sulsel Juga Judol
Persoalan judi online ternyata tidak hanya ditemukan pada masyarakat penerima bantuan sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah