Muhammad Yunus
Jum'at, 18 September 2026 | 07:07 WIB
Rapat Koordinasi secara virtual melalui Zoom Meeting Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (17/9/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Baca 10 detik
  • Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan tambahan 25.000 rumah subsidi untuk Sulawesi Selatan secara virtual pada Kamis.
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengusulkan 20.000 unit rumah subsidi bagi warga, ASN, petani, serta nelayan.
  • Menteri Ara memberikan kuota tambahan tersebut karena mengapresiasi kemajuan program dan komunikasi yang baik di Sulsel.

SuaraSulsel.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan kuota tambahan sebanyak 25.000 rumah subsidi untuk Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam Rapat Koordinasi secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (17/9/2026), awalnya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta tambahan kuota sebanyak 20.000 untuk rumah subsidi.

“Saya senang sekali kepada Pak Gubernur karena komunikasi sangat baik. Kita kasih 25 ribu tambahan kuota untuk Sulsel,” ujar Menteri Ara dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Andi Sudirman menyampaikan kebutuhan tambahan kuota rumah subsidi di Sulsel.

Ia mengusulkan 20 ribu unit yang nantinya dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh masyarakat umum, tetapi juga ASN, petani, dan nelayan.

“Kami kalau bisa minta rumah subsidi tambahan 20 ribu, Pak Menteri. Kami rencana untuk ASN dan warga serta petani dan nelayan juga bisa mendapatkan rumah subsidi,” kata Andi Sudirman.

Respons Menteri Ara tersebut disampaikan setelah ia mengapresiasi progres program rumah subsidi di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, perkembangan program tersebut didukung komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, Balai PKP, serta asosiasi pengembang perumahan REI dan Apersi.

“Progress rumah subsidi Sulsel bagus karena komunikasi Gubernur, Balai dengan REI dan Apersi. Ini patut dicontoh Balai PKP lainnya. Kalau mau tambah kuota, kita kasih,” ujar Menteri Ara.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Minta Kemensos Buka Data Judi Online: Jangan Jadikan Rakyat Korban

Load More