Muhammad Yunus
Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB
Tim VII Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan Mini Solar Dryer, prototipe alat pengering yang memanfaatkan energi matahari [SuaraSulsel.id/Unhas]
Baca 10 detik
  • Tim Unhas memperkenalkan prototipe Mini Solar Dryer di Fakfak Timur pada Jumat 18 September 2026 untuk mengatasi tantangan pengeringan pala.
  • Sekitar 20 anggota kelompok tani mengikuti peragaan alat pengering pala dan diskusi mengenai kapasitas produksi bersama dosen Unhas.
  • Tim Unhas juga memperkenalkan Solar Learning Kit kepada masyarakat guna membahas solusi keterbatasan pasokan listrik tenaga surya di sekolah.

Diskusi kemudian berkembang pada persoalan kebutuhan listrik di sekolah.

Yokana Ardamis dari SD Weri menyampaikan bahwa sekolahnya menggunakan PLTS untuk mendukung layanan internet Starlink.

Namun, listrik tersebut saat ini hanya memungkinkan layanan internet digunakan sekitar pukul 09.00 hingga 11.00.

Kondisi itu menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya tidak hanya berkaitan dengan pemasangan panel, tetapi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan beban, kapasitas baterai, serta komponen sistem lainnya.

Dengan perhitungan tersebut, sistem PLTS dapat dirancang agar mampu menyediakan listrik sesuai waktu penggunaan yang dibutuhkan.

Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, yang mengikuti kedua sesi menilai teknologi yang diperkenalkan memiliki peluang untuk diterapkan di wilayah Weri–Saharey.

“Menurut saya, kedua alat ini sangat bermanfaat. Saya juga melihat peluang untuk menerapkan hal seperti ini di Weri–Saharey,” ujarnya.

Ketua Tim VII Ekspedisi Patriot Unhas, Dianti Utamidewi, mengatakan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi yang diperkenalkan.

Menurutnya, kebutuhan pengguna di lapangan perlu menjadi dasar dalam menentukan pengembangan alat, termasuk kapasitas Mini Solar Dryer dan sistem kelistrikan berbasis energi surya.

Baca Juga: Rektor Unhas: Tuntaskan Pengeboman Ikan

“Kami senang karena warga dan para guru tidak hanya melihat alat, tetapi juga bercerita tentang kebutuhan mereka. Pertanyaan Pak Imran soal kapasitas pengering dan pengalaman Ibu Yokana tentang listrik sekolah menjadi masukan penting bagi kami,” katanya.

Load More