- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang diperiksa sebagai saksi kasus korupsi seragam sekolah di Mapolda Sulsel, Rabu malam.
- Pemeriksaan berlangsung selama enam jam oleh penyidik Tipidkor terkait program pengadaan seragam sekolah senilai Rp16 miliar.
- Polda Sulsel telah memeriksa delapan orang saksi termasuk pejabat Dinas Pendidikan Gowa untuk mengusut kasus tersebut.
SuaraSulsel.id - Bupati Kabupaten Gowa Sitti Husniah Talenrang secara koperatif memenuhi panggilan sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan 20 ribuan seragam sekolah SD dan SMP tahun anggaran 2025 senilai Rp16 miliar lebih di Kantor Polda Sulawesi Selatan.
"Saya hadir memenuhi panggilan (penyidik). Sebagai warga Indonesia yang baik, kita harus mengikuti aturan terkait undangan dari penyidik. Untuk materi pemeriksaan silahkan ke penyidik," ucap Husniah singkat kepada wartawan didampingi kuasa hukumnya usai pemeriksaan di Mapolda Sulsel, Makassar, Rabu malam (29/7).
Husniah mengenakan jilbab dan baju putih dibalut celana hitam mendatangi Kantor Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel sejak pukul 16.00 WITA dan baru keluar dari ruangan pukul 21.40 WITA atau sekitar enam jam menjalani pemeriksaan.
Terkait dengan perannya dalam perkara ini, Husniah enggan merespons dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum menjelaskan apa saja ditanyakan serta berapa pertanyaan disampaikan oleh penyidik.
"Iya, nanti silahkan dengan kuasa hukum," ujarnya singkat lalu bergegas meninggalkan kantor Polda.
Menanggapi hal itu, kuasa hukumnya Amirullah Mappaero menjelaskan kepada awak media bahwa pemeriksaan terhadap kliennya terkait program yang ada di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa.
Terkait apa saja pertanyaan penyidik kepada kliennya apakah berkaitan dengan pengadaan seragam sekolah gratis, Amirullah sempat terlihat gugup dan menjawab secara terbata-bata, bahkan berdalih pertanyaan soal tingkat kepuasan publik seputar program itu.
"Pertanyaan sekitar 18 pertanyaan mungkin, kurang lebih. Itu saja ditanyakan, bagaimana tingkat kepuasan masyarakat setelah dengan adanya program seragam gratis itu. Sekitar itu juga pertanyaannya," ucapnya berkilah.
Mengenai kapasitas kliennya dipanggil penyidik Tipidkor Polda Sulsel sebagai apa, kata dia, sebagai saksi. Alasannya, selaku Bupati Gowa tentu menjadi penanggungjawab secara umum di pemerintahan.
Baca Juga: Bupati Gowa Diperiksa Kasus Seragam Gratis Rp16 Miliar, Om Basri Belum Tersentuh?
Amirullah baru menjawab setelah diperjelas apa agenda pemeriksaan itu, ia menyebutkan berkaitan dengan pengadaan seragam sekolah. Disinggung siapa yang melaporkan kasus ini ke polisi, pihaknya menyatakan tidak mengetahui siapa pelapornya.
"Belum kami tahu. (siapa yang melapor). (Upaya hukum) kita serahkan sama penyidik. Tentu akan kami proses apabila perkara akan berlanjut. Pada intinya, kita menyerahkan semua kewenangan ke penyidik," katanya lagi.
Ia mengatakan, pemanggilan kliennya ini baru pertama kali dan dipenuhi setelah menerima panggilan untuk diminta keterangan sebagai saksi seputar dugaan korupsi pada pengadaan seragam itu."Pokoknya, Ibu dipanggil (ada panggilan kedua) akan kooperatif, itu intinya," ucapnya kepada awak media.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto sebelumnya disela pemeriksaan Husniah kepada wartawan di Mapolda Sulsel, menyebutkan sudah ada beberapa orang telah menjalani pemeriksaan secara intensif sebagai saksi berkaitan dengan perkara ini.
"Saat ini sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, termasuk hari ini salah satunya adalah Bupati Gowa dan itu diperiksa berstatus saksi. Saksi sudah diperiksa semua, termasuk yang terkait di sana. Ada sekitar delapan orang. Saksi yang diperiksa ini intinya ada kaitannya dengan itu," sebutnya.
Dari informasi yang diperoleh, sejumlah saksi-saksi yang diperiksa yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Seragam Sekolah SD dan SMP Disdik Gowa sekaligus menjabat Sekretaris Disdik inisial RS, Kepala Disdik Gowa inisial TM beserta beberapa staf Disdik Gowa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Bupati Gowa Diperiksa Kasus Seragam Gratis Rp16 Miliar, Om Basri Belum Tersentuh?
-
KUR BRI Berperan dalam Pengembangan Gula Merah di Sumenep yang Kini Rambah Berbagai Daerah
-
Film Asal Toraja Ini Panen Pujian di Eropa
-
Misteri Dana Rp5 Miliar Penggusuran Lahan Laoli, DPRD Luwu Timur Tak Merasa Menganggarkan
-
Warga Semangat Dukung Program Pilah Sampah, Tempat Sampah Depan Rumah Malah Dicuri