- Pimpinan KPK Johanis Tanak memperingatkan kepala daerah agar tidak korupsi saat membuka Rakorwil ADKASI di Makassar, Kamis (23/7/2026).
- KPK menegaskan mampu memantau seluruh alat komunikasi dan melacak posisi pihak yang diduga terlibat korupsi di Indonesia.
- Sebanyak sebelas kepala daerah telah terjaring operasi tangkap tangan KPK sepanjang tahun 2026 akibat mengejar keuntungan materi.
SuaraSulsel.id - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Johanis Tanak mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia agar tidak mencoba-coba melakukan praktik korupsi.
Ia menegaskan KPK memiliki kemampuan memantau komunikasi pihak-pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Peringatan itu disampaikan Johanis saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di Hotel Claro Makassar, Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Johanis mengungkapkan tren operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah masih terus terjadi.
Sepanjang tahun 2026, sekitar 11 kepala daerah telah terjaring OTT KPK.
Terbaru, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, ditangkap dalam operasi senyap lembaga antirasuah tersebut.
Menurut Johanis, keberhasilan KPK mengungkap kasus korupsi tidak lepas dari proses pemantauan yang dilakukan setelah adanya laporan masyarakat.
Teknologi komunikasi secanggih apa pun tetap dapat dipantau ketika telah menjadi bagian dari proses penyelidikan.
"Pemantauan kami itu ya itu, ini ini semua, alat-alat komunikasi itu terpantau oleh kita, oleh KPK," ujarnya.
Baca Juga: Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak
Ia bahkan menegaskan lokasi seseorang yang sedang dipantau pun dapat diketahui.
"Jadi di mana teman-teman berada, kita bisa tahu. Oh, di-tracking kan bisa kan. 'Pak, bapak mau sembunyi ke mana juga di-tracking. Akan ketahuan," ungkapnya.
Johanis mengatakan jumlah kepala daerah yang terjaring OTT sudah begitu banyak hingga dirinya mengaku kesulitan menghitung secara pasti.
Angka tersebut bahkan masih berpotensi bertambah apabila KPK menerima informasi baru dari masyarakat.
Kata Johanis, setiap laporan yang masuk tidak langsung ditindak dengan penangkapan. KPK terlebih dahulu melakukan pemantauan untuk memastikan informasi yang diterima benar-benar terjadi.
"Tidak menutup kemungkinan akan bertambah ketika ada informasi dari masyarakat yang sampai ke kami. Itu kemudian kami melakukan pemantauan," sebutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
Pegawai Pemkab Gowa Curhat Gaji Telat: Buat Beli Susu Saja Susah!
-
Harta Rp16,1 Miliar, Anggota DPR RI Eva Rataba Tercatat Sebagai Penerima Bansos
-
Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!
-
Unhas Selidiki Dugaan Kekerasan dan Intimidasi Mahasiswa MIPA
-
Gas 3 Kg Langka dan Mahal, Pertamina Malah Bilang Begini