Muhammad Yunus
Selasa, 15 September 2026 | 08:18 WIB
Sejumlah orang berusaha membantu korban yang tertimpa panel tembok beton untuk drainase yang jatuh ke dalam galian proyek perluasan drainase di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Dokumnetasi Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pekerja PT Telkom Akses tertimpa tembok panel beton drainase yang amblas di Jalan Tun Abdul Razak Gowa pada Senin malam, 14 September.
  • Insiden kecelakaan kerja tersebut mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia dan tiga rekan lainnya mengalami luka-luka.
  • Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Unismuh Gowa untuk segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

SuaraSulsel.id - Satu orang dinyatakan tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka usai tertimpa tembok panel beton drainase yang amblas menimpa korban saat hendak melakukan perbaikan jaringan kabel milik PT Telkom Akses yang diduga terputus akibat pengerjaan galian drainase di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Kejadian ini dugaan kecelakaan kerja akibat adanya tembok panel yang roboh saat pekerja dari pihak perusahaan Telkom Akses ini melaksanakan pekerjaan. Karena adanya kabel putus yang terbaca oleh sistem dari PT Telkom Akses," ujar personel Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) 3 Polresta Gowa Ipda Rahmat di lokasi kejadian, Senin malam (14/9).

Untuk korban yang teridentifikasi, ada empat orang, satu meninggal dunia, satu selamat dan dua orang mengalami luka serius. Usai kejadian korban di larikan ke Rumah Sakit Unismuh Gowa untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari data diperoleh, korban meninggal dunia tersebut atas nama Nichsan Isnorrianto Idris (24), alamat Desa Kawite-Wite, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Korban luka Muhammad Irsyad (30), alamat Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, Sulsel, mengalami luka lebam pada bagian paha sebelah kiri.

Selanjutnya, korban Andi Arung , mengalami luka terbuka pada lutut sebelah kanan, luka lecet pada bagian punggung, serta bengkak pada bagian kepala belakang. Sementara korban Khairul (28) tahun, alamat Jalan Tanggul Tanggul Patompo Makassar, Sulsel, hanya mengalami luka ringan.

Dari kronologi kejadian, informasinya dari pihak Telkom Akses menerima laporan adanya jaringan kabel terputus akibat aktivitas penggalian pelebaran drainase menggunakan ekskavator pada proyek Prasarana Umum (PU) di lokasi tersebut. Kabel yang terputus mengakibatkan gangguan jaringan pada salah satu BTS milik Telkom.

"Jadi, mereka ini turun (di bawah galian drainase) karena terbaca oleh sistem dari Telkom bahwa adanya kabel putus akibat galian yang di TKP (tempat kejadian perkara) tadi," ujarnya.

Para korban ini datang untuk memeriksa dan hendak melakukan perbaikan dengan menyambung kabel yang terputus tadi, sebab jaringan mengalami gangguan.

Baca Juga: Saksi Kasus Pungli Gowa Ngaku Diperiksa di Bawah Pohon dan Diancam, Polisi: Tidak Benar!

Naas, di saat bekerja, tiba-tiba pondasi yang berada di samping area galian roboh lalu menimpa mereka.

"Menurut informasi yang kami dapat dari TKP bahwa korban sedang mengerjakan kabel di bawah galian, kemudian tiba-tiba tembok panel itu jatuh. Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Dua korban masih dirawat, dan satu korban yang mengalami luka ringan dibolehkan pulang," katanya.

Mengenai dengan kejadian dugaan kecelakaan kerja tersebut, kata Ipda Rahmat menambahkan, pihak kepolisian tetap melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk memastikan apakah ada dugaan unsur kelalaian atau kecelakaan kerja murni.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak PT Telkom Akses akibat musibah dugaan kecelakaan kerja tersebut.

Load More