- Seorang sopir truk bernama Daeng Se're menikam Aswandi akibat cekcok antrean solar di SPBU Cokroaminoto Makassar, Sabtu 18 Juli 2026.
- Antrean panjang solar bersubsidi di Sulawesi Selatan terjadi karena kendaraan bertangki besar sengaja menginap untuk mengisi penuh kuota bertahap.
- Sekda Sulsel Jufri Rahman mendesak Pertamina segera menyelesaikan masalah antrean panjang meski stok Biosolar diklaim aman hingga akhir 2026.
SuaraSulsel.id - Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cokroaminoto, Kota Makassar, pada Sabtu, 18 Juli 2026, dini hari berubah menjadi lokasi tindak kekerasan.
Daeng Se're (31), seorang sopir truk menikam sesama sopir truk bernama Aswandi setelah cekcok akibat persoalan antrean solar.
Pelaku menyerang korban karena dianggap menyerobot barisan kendaraan yang telah mengular sejak pukul 02.30 Wita.
Peristiwa itu menjadi potret dari persoalan yang sudah berlangsung lebih dari sebulan terakhir di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan.
Di berbagai titik, antrean truk dan bus mengular hingga memakan badan jalan, memicu kemacetan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan kini berujung pada tindak kriminal.
Ironisnya di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berulang kali menyatakan stok maupun distribusi Biosolar dalam kondisi aman.
Lalu mengapa antrean panjang tetap terjadi?
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU
Fenomena antrean kendaraan pengangkut solar hampir setiap hari terlihat di sejumlah SPBU di Makassar dan sekitarnya.
Baca Juga: Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
Di antaranya SPBU Cokroaminoto, SPBU Universitas Hasanuddin (Unhas), SPBU Universitas Indonesia Timur (UIT), SPBU Polda Sulsel, SPBU Sudiang, SPBU Urip Sumoharjo dan SPBU Bawakaraeng.
Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan bahkan memanjang hingga ratusan meter dan memenuhi sebagian ruas jalan.
Bagi para sopir angkutan barang, menunggu berjam-jam bahkan hingga menginap di sekitar SPBU kini menjadi rutinitas baru demi mendapatkan solar bersubsidi.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar mengakui beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan permintaan Biosolar, terutama dari kendaraan logistik yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Kata Deny, Pertamina telah meningkatkan penyaluran sekitar 10 hingga 15 persen setiap hari dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
"Memang beberapa waktu terakhir ada peningkatan demand. Mobil-mobil logistik sudah mulai meningkat lagi, terutama menuju jalur Trans Sulawesi," katanya, Selasa, 28 Juli 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap