- Seorang sopir truk bernama Daeng Se're menikam Aswandi akibat cekcok antrean solar di SPBU Cokroaminoto Makassar, Sabtu 18 Juli 2026.
- Antrean panjang solar bersubsidi di Sulawesi Selatan terjadi karena kendaraan bertangki besar sengaja menginap untuk mengisi penuh kuota bertahap.
- Sekda Sulsel Jufri Rahman mendesak Pertamina segera menyelesaikan masalah antrean panjang meski stok Biosolar diklaim aman hingga akhir 2026.
Namun, tambahan distribusi tersebut belum mampu menghilangkan antrean.
Mengapa Antrean Tetap Terjadi?
Pertamina menilai persoalan bukan semata-mata karena kurangnya pasokan.
Menurut Deny, banyak kendaraan bertangki besar sengaja berhenti di SPBU selama satu hingga dua hari untuk mengumpulkan kuota pengisian solar bersubsidi secara bertahap.
Sesuai ketentuan, setiap kendaraan hanya dapat membeli maksimal 200 liter Biosolar dalam sehari. Sementara kapasitas tangki sebagian truk mencapai 400 hingga 600 liter.
Akibatnya sebagian sopir memilih tetap berada di SPBU setelah memperoleh kuota hari pertama. Lalu kembali mengisi pada hari berikutnya hingga tangki penuh sebelum melanjutkan perjalanan.
"Tankinya ada yang 400 sampai 600 liter. Mereka isi 200 liter dulu, lalu belum mau jalan. Mereka menunggu besok untuk isi lagi sampai penuh," ujar Deny.
Selain itu, Pertamina juga mengakui masih menemukan praktik yang dikenal sebagai "truk helikopter", yakni kendaraan yang berulang kali berpindah SPBU untuk memperoleh solar bersubsidi melebihi ketentuan.
Untuk mengantisipasi praktik tersebut, Pertamina mengaku telah berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan guna membentuk tim pengawasan bersama.
Baca Juga: Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
"Kami juga menempatkan marshal di SPBU dan mempercepat jam operasional menjadi pukul lima hingga enam pagi supaya antrean bisa terurai," katanya.
Pemprov Desak Segera Selesaikan
Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengatakan pemerintah telah menerima penjelasan dari Pertamina bahwa distribusi Biosolar saat ini justru ditambah sekitar 15 persen dibandingkan kondisi normal.
Namun, menurutnya tambahan pasokan tersebut belum mampu mengurai antrean karena sebagian kendaraan memilih menunggu hingga tangki terisi penuh.
"Kalau mereka langsung jalan sebenarnya di sepanjang jalur Trans Sulawesi sudah ada jaminan stok tersedia. Jadi tidak perlu menunggu sampai penuh di satu SPBU," ujarnya.
Meski demikian, Jufri meminta persoalan tersebut segera diselesaikan. Ia menilai antrean panjang yang terus berulang tidak boleh menjadi kondisi yang dianggap normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap