- Darije Kalezic resmi menjadi pelatih PSM Makassar untuk musim 2026/2027 dengan menyusun jajaran staf kepelatihan yang baru.
- Pelatih asal Bosnia tersebut berkomitmen membangun kembali kekuatan tim yang sedang menghadapi masalah administratif dan sanksi FIFA.
- Fokus utama Darije adalah mengembalikan identitas permainan Ewako dan memberikan ruang bagi pemain muda melalui pemusatan latihan Yogyakarta.
SuaraSulsel.id - PSM Makassar memasuki era baru bersama Darije Kalezic.
Tak hanya merombak komposisi pemain, pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu juga membentuk wajah baru di jajaran staf kepelatihan untuk menyambut kompetisi musim 2026/2027.
Perubahan tersebut bukan keputusan yang diambil sepihak.
Darije mengungkapkan sejak awal proses negosiasi dengan manajemen, kedua belah pihak sudah sepakat membangun tim kepelatihan baru.
Terlebih seluruh staf pelatih musim lalu telah lebih dulu memutuskan hengkang sebelum dirinya resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala.
"Sebelumnya saat berkomunikasi dengan manajemen PSM, mereka meminta saya mengisi staf pelatih dengan staf asing. Staf sebelumnya memutuskan sendiri untuk hengkang sebelum saya melakukan negosiasi," ujar Darije.
Manajemen pun bergerak cepat menyusun komposisi staf baru. Velibor Pudar dan Ahmad Amiruddin dipercaya menjadi asisten pelatih.
Sementara Aleksandar Ilic mengisi posisi pelatih fisik, Srdan Stojanovic menjadi fisioterapis, sedangkan Krsto Jokic bersama Angger Woro Jati bertugas sebagai analis tim.
Namun, tantangan yang dihadapi Darije jauh lebih besar dibanding sekadar menyusun staf kepelatihan.
Baca Juga: Bayar Mahal Emosi Suporter, PSM Makassar Terancam 'Lumpuh' di Awal Musim Depan
Pelatih berusia 56 tahun itu datang ketika PSM sedang berada dalam situasi yang tidak ideal.
Setelah kompetisi musim lalu berakhir, Juku Eja kehilangan sejumlah pemain pilar dan harus menghadapi persoalan administratif yang berujung pada sanksi FIFA.
Darije mengakui kondisi tersebut menjadi bukti bahwa klub sedang berada dalam masa sulit.
"Bukti dari situasi tersebut ada beberapa staf dan pemain yang meninggalkan PSM," katanya.
Meski demikian, mantan pelatih PSM pada musim 2019 itu memilih melihat situasi tersebut sebagai sebuah tantangan, bukan alasan untuk mundur.
Baginya membantu pihak yang sedang mengalami kesulitan merupakan prinsip yang selalu dipegang sepanjang karier kepelatihannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan
-
Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC
-
SPBU Baru Akan Dibangun di Kawasan CPI Hari Ini