- Polda Sulawesi Selatan membongkar penyelundupan 120 ribu liter biosolar subsidi ke Kalimantan Tengah pada 2 Juni 2026.
- Polisi menetapkan tujuh tersangka serta menyita kapal tanker dan dokumen palsu yang digunakan dalam jaringan distribusi ilegal.
- Penyidik masih mendalami keterkaitan distribusi BBM ilegal ini dengan aktivitas pertambangan serta memburu empat pelaku lainnya.
SuaraSulsel.id - Jaringan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang beroperasi lintas pulau terbongkar.
Polisi menemukan sedikitnya 120 ribu liter biosolar subsidi asal Sulawesi Selatan yang diselundupkan ke Kalimantan Tengah menggunakan kapal tanker dengan dokumen yang diduga dipalsukan.
Hal diungkap dalam konferensi pers yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi di kawasan Pelabuhan Makassar, Selasa 2 Juni 2026.
Kasus ini tidak hanya melibatkan sopir truk tangki dan pelangsir. Penyidik menemukan adanya rantai distribusi yang melibatkan kapal tanker, kapal pengangkut minyak (SPOB), pengelola gudang, hingga pihak yang diduga berperan memalsukan dokumen pengangkutan BBM.
Sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara empat orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Jaringan tersebut diduga memasok kebutuhan bahan bakar untuk aktivitas pertambangan ilegal di Kalimantan. Namun, penyidik masih terus mendalami tujuan akhir distribusi BBM subsidi tersebut.
"Untuk penggunaan lebih lanjut kami masih berkoordinasi dengan Bareskrim dan Polda Kalimantan Tengah. Arahnya apakah digunakan untuk aktivitas tertentu masih dalam proses pendalaman," kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro di Pelabuhan Makassar, Selasa, 2 Juni 2026.
Pengungkapan kasus bermula dari operasi yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sulsel pada 26 Februari 2026.
Saat itu, polisi mengamankan tujuh unit truk tangki yang dicurigai terlibat dalam distribusi BBM subsidi secara ilegal.
Baca Juga: Hadiri Sannipata Waisak 2026, Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi ke Pembangunan Daerah
Dari temuan tersebut, penyidik melakukan pengembangan hingga menemukan keterkaitan dengan sebuah kapal tanker di Selat Makassar yang berlayar dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan Tengah.
Awalnya, tidak ada yang tampak mencurigakan dari dokumen pengangkutan yang diperoleh polisi.
Invoice yang ditemukan hanya mencantumkan muatan sebanyak 30 kiloliter atau 30 ribu liter BBM.
Namun fakta di lapangan berbicara lain. Setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, polisi menemukan bahwa kapal tersebut diduga mengangkut BBM dalam jumlah jauh lebih besar daripada yang tercantum dalam dokumen.
"Invoice pertama yang kami dapatkan hanya 30 kiloliter. Tetapi fakta yang ditemukan saat BBM diturunkan di wilayah Kalimantan Tengah mencapai sekitar 700 kiloliter," ungkap Djuhandani.
Temuan itu menjadi titik awal terbongkarnya dugaan praktik manipulasi dokumen untuk menyamarkan distribusi BBM subsidi dalam jumlah besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyelundup BBM Subsidi
-
Negara Rugi Rp361 Miliar, Terbongkar Jaringan Penyelundup Solar Subsidi dari Sulsel ke Kalimantan
-
Jaringan Penyelundup BBM Subsidi Terbongkar, 120 Ribu Liter Biosolar Disita di Tengah Laut
-
Pemkot Minta Publik Tak Terprovokasi Isu Rumah Tangga Wali Kota Kendari
-
221 Rumah di Sidrap Rusak Dihantam Longsor