- Pemerintah pusat merealisasikan pembangunan sembilan unit Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan guna membantu anak dari keluarga kurang mampu.
- Program pendidikan berasrama ini menyediakan fasilitas gratis, termasuk biaya sekolah, seragam, tempat tinggal, hingga kebutuhan konsumsi bagi siswa.
- Sebanyak 270 siswa dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan resmi memulai pendidikan tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat.
SuaraSulsel.id - Air mata Santi tak berhenti mengalir. Di tengah keramaian hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Makassar, perempuan asal Kota Parepare itu menggenggam erat tangan anaknya sebelum akhirnya melepasnya memasuki gerbang sekolah.
Perjalanan ratusan kilometer dari Parepare menuju Makassar terasa tak berarti dibandingkan harapan besar yang kini dipikulnya.
Selama bertahun-tahun, Santi memendam kekhawatiran yang sama. Bagaimana nasib pendidikan anaknya setelah lulus SMP.
Penghasilan sang suami yang bekerja sebagai buruh angkut di Pelabuhan Parepare hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Jangankan biaya sekolah, untuk memenuhi kebutuhan hidup pun harus dihitung dengan cermat.
Di benaknya pendidikan menengah atas terasa seperti kemewahan yang sulit dijangkau.
Namun kekhawatiran itu perlahan sirna ketika seorang tetangga menyarankan agar anaknya didaftarkan ke Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Mereka mencoba mendaftar. Tak disangka anaknya dinyatakan lolos sebagai peserta didik.
"Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur sekali, alhamdulillah," ucap Santi sembari mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Sulsel Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Kurang Mampu
Baginya kabar kelulusan itu bukan sekadar diterima di sekolah baru. Lebih dari itu, ini menjadi jawaban atas kegelisahan yang selalu ia pendam.
Kini Santi tak lagi dibayangi biaya pendidikan.
Seluruh kebutuhan anaknya telah disiapkan pemerintah. Mulai dari seragam sekolah, perlengkapan belajar, tempat tinggal di asrama, makan sehari-hari, hingga kebutuhan pribadi.
"Pakaian seragam, makan, asrama, alat tulis, semua diberikan gratis. Saya bersyukur sekali," katanya.
Sebagai sekolah berasrama, anaknya juga akan tinggal di lingkungan sekolah bersama siswa lain sehingga dapat lebih fokus belajar tanpa terbebani persoalan biaya hidup.
Di balik rasa syukur itu, Santi hanya menyimpan satu harapan sederhana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
Jangan Tunggu Peresmian, Gubernur Sulsel Perintahkan Jembatan Salujambu Luwu Segera Dibuka
-
PSEL Makassar Lanjut atau Batal? Ini Kata Wali Kota Munafri Arifuddin
-
Curi iPad Rp12 Juta, Pemuda Pengangguran Ini Beruntung Tak Perlu Masuk Penjara
-
Warga Sulawesi Makin 'Ngebut' Pindah ke Kendaraan Listrik, PLN Tambah SPKLU
-
2 Tahun Prabowo-Gibran, BRI Dorong Pemerataan Ekonomi melalui Pemberdayaan UMKM