- Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo menyatakan masyarakat lebih meminati cabai rawit daripada cabai keriting karena rasa pedasnya tinggi.
- Minat masyarakat terhadap cabai rawit yang sangat kuat menyebabkan cabai keriting kurang diminati di pasar tradisional setempat.
- Rendahnya permintaan terhadap cabai keriting membuat banyak pedagang membuang stok dagangan tersebut karena tidak kunjung habis terjual.
SuaraSulsel.id - Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo menilai tingginya minat masyarakat terhadap makanan bercita rasa pedas membuat cabai rawit lebih diminati dibanding cabai keriting di sejumlah pasar tradisional.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Ishak Rahman Salandra di Gorontalo, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga di pasar, selisih harga cabai keriting dan cabai rawit sebenarnya tidak terlalu jauh.
Namun, kata dia, tingkat pembelian cabai rawit tetap lebih tinggi karena dianggap memiliki rasa yang lebih pedas dan sesuai dengan selera masyarakat Gorontalo.
“Kalau dilihat dari hasil pantauan di pasar-pasar, harga cabai keriting tidak jauh berbeda dengan cabai rawit. Tetapi masyarakat Gorontalo lebih memilih cabai rawit karena tingkat kepedasannya lebih tinggi,” ujar Ishak, Jumat 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, cabai keriting cenderung kurang diminati karena rasa pedasnya dinilai tidak sekuat cabai rawit.
Kondisi tersebut berbeda dengan daerah di Pulau Jawa yang masyarakatnya lebih banyak menggunakan cabai keriting untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Menurut dia, rendahnya minat pembeli terhadap cabai keriting juga berdampak pada pedagang, karena sebagian komoditas tidak habis terjual hingga akhirnya dibuang.
“Saya amati ketika pergi ke pasar, cukup banyak cabai keriting yang akhirnya dibuang pedagang karena tidak habis terjual,” katanya.
Salah seorang pemilik warung makan di Kota Gorontalo, Titin Yusuf, mengaku lebih sering membeli cabai rawit karena rasa pedasnya lebih kuat dan cocok digunakan untuk berbagai jenis masakan khas Gorontalo.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Tolite Jaya Gorontalo Utara
“Kalau masak untuk dagangan memang biasanya lebih pilih cabai rawit karena makanan pedas itu sangat di minati, kalau cabai keriting kadang dicampur kalau harga cabai rawit naik,” ujar dia.
Meski demikian, cabai keriting tetap menjadi pilihan alternatif masyarakat saat harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan guna menekan pengeluaran di tengah fluktuasi harga bahan pangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Enam Pelaku Perundungan Siswi Tana Toraja Ditangkap
-
Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
-
Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Provinsi Terbaik 1 Creative Financing
-
Hati-hati Jempolmu! 109 Warga Sultra Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik di Medsos
-
Makassar Half Marathon 2026 Pakai Dana APBD 2,5 Miliar