- Bupati Gorontalo Utara menerbitkan instruksi resmi berisi sembilan langkah mitigasi bagi masyarakat untuk menghadapi ancaman musim kemarau panjang.
- Instruksi tersebut mencakup upaya menjaga kelestarian sumber air, pengelolaan lingkungan, pencegahan kebakaran, hingga penanaman tanaman pangan di pekarangan.
- Pemerintah daerah mengimbau seluruh aparatur sipil dan masyarakat untuk bekerja sama menjalankan kebijakan tersebut demi menghindari dampak bencana.
SuaraSulsel.id - Bupati Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Thariq Modanggu menerbitkan instruksi bersifat ikhtiar dalam menghadapi musim kemarau di daerah pesisir tersebut.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berikhtiar menghadapi musim kemarau saat ini," kata Thariq di Gorontalo, Senin (13/4).
Ia telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 180/Bupati/47/IV/2026 tentang sembilan ikhtiar menghadapi musim kemarau
"Instruksi tersebut disebar secara masif oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) baik di level kabupaten hingga desa, bahkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten. Kita bekerja sama berikhtiar menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan cukup panjang," katanya.
Sembilan ikhtiar tersebut yaitu, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga sumber air bersih, tidak menebang pohon (kecuali darurat).
Tidak membakar sampah ataupun rumput, berhati-hati gunakan kompor gas, kompor minyak, kayu bakar dan alat-alat listrik.
Ikhtiar lainnya yaitu gotong royong membantu orang kesusahan dan korban bencana, gotong royong membersihkan saluran air (dari sampah dan timbunan).
Seluruh masyarakat pun diinstruksikan agar aktif dalam mitigasi (pencegahan) bencana, serta menanam cabe, tomat dan sayur di pekarangan (sistem hidroponik atau metode lainnya).
Sembilan ikhtiar tersebut diyakini dapat dihadapi bersama-sama dengan menerapkan mulai dari lingkungan terkecil yaitu, keluarga.
Baca Juga: Listrik Sulsel Belum Aman Dari Pemadaman, PLN Siapkan Strategi Hadapi Musim Kemarau
Ia berharap seluruh ASN memanfaatkan media sosial maupun beragam platform yang dimiliki di instansi masing-masing untuk menyebarluaskan agar dapat diketahui oleh seluruh masyarakat di 123 desa.
"Saya merasa dengan ikhtiar apalagi dilakukan bersama-sama, tantangan menghadapi musim kemarau dapat dilewati bersama-sama pula. Saat musim kemarau kita menerapkan sembilan ikhtiar ini bersama-sama, bukan hal mustahil tiba musim hujan, kita dapat menikmati hasilnya dengan bahagia. Tanaman yang kita tanam dapat tumbuh berkelanjutan, lingkungan yang kita jaga dapat terpelihara dan semoga bebas bencana khususnya banjir," kata Thariq.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Saksi Sejarah Konflik Poso-Ambon Buka Suara Soal Polemik Ceramah Jusuf Kalla: Tidak Masuk Akal..
-
Merajalela dan Resahkan Warga, Aksi Premanisme Jukir Liar di Pelabuhan Makassar
-
9 Langkah Antisipasi Warga Gorontalo Utara Menghadapi Kemarau Panjang
-
Gubernur Sulsel: Enrekang Harus Tumbuh Lewat Pertanian dan Infrastruktur
-
12 Fakta Penting KLB Campak di Sulsel: 1.304 Kasus, Empat Daerah Berstatus Darurat