Muhammad Yunus
Kamis, 16 Juli 2026 | 13:31 WIB
Alat batu yang dikenal dengan nama “backed microlith”, salah satu ciri khas toalean dengan inovasi teknologi “backing” yang muncul di masa akhir penghunian Toalean 4000 hingga 3500 tahun lalu [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Universitas Hasanuddin, BRIN, dan Griffith University meneliti evolusi teknologi alat batu di situs Leang Panninge, Sulawesi Selatan.
  • Penelitian mengungkapkan inovasi budaya Toalean berkembang melalui proses adaptasi dan pengalaman panjang selama puluhan ribu tahun.
  • Hasil studi dalam jurnal Archaeological and Anthropological Science menunjukkan teknologi manusia purba berevolusi secara bertahap dan berkelanjutan.

SuaraSulsel.id - Penelitian internasional yang melibatkan Universitas Hasanuddin, BRIN, dan Griffith University.

Mengungkap bahwa inovasi teknologi masyarakat prasejarah di Sulawesi Selatan berkembang melalui proses panjang selama puluhan ribu tahun, bukan hasil perubahan yang terjadi secara mendadak.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Science setelah para peneliti menganalisis perkembangan teknologi alat batu di situs Leang Panninge, Maros.

Hasil penelitian menunjukkan masyarakat pada masa Pleistosen Akhir awalnya memproduksi serpih batu sederhana yang digunakan secara langsung.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan mereka terus berkembang hingga menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang menjadi ciri khas budaya Toalean, termasuk artefak Maros Point sekitar 8.000 tahun lalu.

Profesor Adam Brumm dari Griffith University menilai penelitian tersebut menjadi bukti penting bahwa inovasi budaya di kawasan Wallacea lahir dari tradisi lokal yang berkembang secara berkesinambungan.

Menurutnya, ciri khas budaya Toalean muncul melalui proses adaptasi, eksperimen, dan pengembangan budaya yang berlangsung selama puluhan ribu tahun.

Pandangan serupa disampaikan peneliti BRIN, Zubair Mas'ud. Ia mengatakan hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa inovasi budaya pada masa lalu lahir dari pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.

"Perubahan budaya tidak selalu berlangsung secara drastis. Dalam banyak kasus, inovasi berkembang dari pengalaman yang terus disempurnakan dari generasi ke generasi," ujarnya.

Baca Juga: Leang Panninge Perkuat Posisi Sulsel Sebagai Laboratorium Sejarah Manusia Dunia

Temuan tersebut semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu kawasan kunci dalam kajian evolusi budaya manusia di Wallacea.

Selain menjelaskan asal-usul budaya Toalean, penelitian ini juga memberikan gambaran bagaimana kemampuan adaptasi dan kreativitas manusia berkembang secara bertahap hingga menghasilkan teknologi yang semakin kompleks.

Load More