- Universitas Hasanuddin, BRIN, dan Griffith University meneliti evolusi teknologi alat batu di situs Leang Panninge, Sulawesi Selatan.
- Penelitian mengungkapkan inovasi budaya Toalean berkembang melalui proses adaptasi dan pengalaman panjang selama puluhan ribu tahun.
- Hasil studi dalam jurnal Archaeological and Anthropological Science menunjukkan teknologi manusia purba berevolusi secara bertahap dan berkelanjutan.
SuaraSulsel.id - Penelitian internasional yang melibatkan Universitas Hasanuddin, BRIN, dan Griffith University.
Mengungkap bahwa inovasi teknologi masyarakat prasejarah di Sulawesi Selatan berkembang melalui proses panjang selama puluhan ribu tahun, bukan hasil perubahan yang terjadi secara mendadak.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Science setelah para peneliti menganalisis perkembangan teknologi alat batu di situs Leang Panninge, Maros.
Hasil penelitian menunjukkan masyarakat pada masa Pleistosen Akhir awalnya memproduksi serpih batu sederhana yang digunakan secara langsung.
Seiring berjalannya waktu, kemampuan mereka terus berkembang hingga menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang menjadi ciri khas budaya Toalean, termasuk artefak Maros Point sekitar 8.000 tahun lalu.
Profesor Adam Brumm dari Griffith University menilai penelitian tersebut menjadi bukti penting bahwa inovasi budaya di kawasan Wallacea lahir dari tradisi lokal yang berkembang secara berkesinambungan.
Menurutnya, ciri khas budaya Toalean muncul melalui proses adaptasi, eksperimen, dan pengembangan budaya yang berlangsung selama puluhan ribu tahun.
Pandangan serupa disampaikan peneliti BRIN, Zubair Mas'ud. Ia mengatakan hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa inovasi budaya pada masa lalu lahir dari pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.
"Perubahan budaya tidak selalu berlangsung secara drastis. Dalam banyak kasus, inovasi berkembang dari pengalaman yang terus disempurnakan dari generasi ke generasi," ujarnya.
Baca Juga: Leang Panninge Perkuat Posisi Sulsel Sebagai Laboratorium Sejarah Manusia Dunia
Temuan tersebut semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu kawasan kunci dalam kajian evolusi budaya manusia di Wallacea.
Selain menjelaskan asal-usul budaya Toalean, penelitian ini juga memberikan gambaran bagaimana kemampuan adaptasi dan kreativitas manusia berkembang secara bertahap hingga menghasilkan teknologi yang semakin kompleks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang