- Seorang mahasiswi Teknik Arsitektur Unhas angkatan 2024 ditemukan meninggal dunia di halaman kampus Kabupaten Gowa, Senin 18 Mei 2026.
- Korban diduga terjatuh dari gedung kampus dan sempat mengirim pesan suara kepada rekannya sebelum ditemukan meninggal dunia.
- Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut di lokasi kejadian.
Meski demikian, pihak kampus belum berspekulasi mengenai penyebab pasti kejadian tersebut. Ishaq meminta publik menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Ishaq membenarkan adanya pesan suara yang dikirim korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh isi pesan tersebut.
"Betul, ada voice note yang sempat dikirim korban kepada temannya dan diteruskan kepada orang tuanya," ujarnya.
Ia pun berharap media dan masyarakat tidak memberitakan kasus ini secara sensasional, mengingat terdapat aspek sensitif yang berkaitan dengan isu kesehatan mental.
"Kami mohon bantuan dan kerja sama teman-teman media untuk menghindari pemberitaan dari aspek sensasionalnya," katanya.
Menurut Ishaq, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak mengenai persoalan kesehatan mental di kalangan remaja dan mahasiswa yang semakin membutuhkan perhatian serius.
Ia menyebut kampus akan segera mengambil langkah-langkah mitigasi sebagai respons atas kejadian tersebut.
"Peristiwa ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk lebih memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan Gen Z," ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesehatan mental di lingkungan kampus memang semakin sering menjadi perhatian.
Baca Juga: Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Ternyata Mau Cari Korban Baru di Surabaya
Tekanan akademik, persoalan relasi sosial, hingga kecemasan terhadap masa depan kerap menjadi tantangan yang dihadapi mahasiswa.
Sejumlah perguruan tinggi, termasuk Unhas, mulai memperkuat layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi mahasiswa.
Namun berbagai kalangan menilai pendekatan tersebut masih perlu diperluas agar mahasiswa lebih mudah mengakses bantuan tanpa rasa takut atau stigma.
Sementara itu, kasus meninggalnya PJT kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Polisi disebut telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Catatan: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau membutuhkan bantuan psikologis, jangan ragu mencari dukungan kepada keluarga, teman terpercaya, psikolog, atau layanan konseling profesional.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gorontalo Terancam Penuaan Penduduk? Bappenas Soroti Fenomena Tak Lazim
-
Ratusan Tambang Galian C di Sulteng Terancam Disetop, Baru 7 Perusahaan Kantongi RKAB 2026
-
Sampah 1.200 Ton Per Hari, Pengamat: PSEL Makassar Tak Bisa Ditunda
-
Sosok Relawan Asal Makassar yang Ditangkap Pasukan Israel
-
Sebelum Jatuh dan Ditemukan Meninggal, Mahasiswi Arsitektur Unhas Kirim Pesan Suara