- Gubernur Kalimantan Utara mengunjungi mahasiswi asal Kaltara korban penyekapan dan kekerasan seksual di Makassar pada Jumat (15/5).
- Pemerintah Provinsi Kaltara memberikan pendampingan psikologis serta bantuan profesional untuk menangani trauma mendalam yang dialami korban tersebut.
- Gubernur mendesak Polda Sulsel segera menangkap pelaku dan meminta media melindungi privasi korban demi menjaga kondisi mentalnya.
SuaraSulsel.id - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang bergerak cepat memberi dukungan moril serta pendampingan dengan mengunjungi langsung mahasiswi asal Kaltara yang diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Ya, tadi malam kita mengunjungi untuk memberikan dukungan moril dan pendampingan,” ujar Gubernur Kaltara dikonfirmasi, Jumat (15/5).
Gubernur Kaltara mengungkapkan dirinya kebetulan ada agenda di Makassar, sehingga setelah mendengar kabar ada salah seorang mahasiswi asal Kaltara diduga mengalami kejadian yang tidak mengenakan itu, ia menyempatkan diri mengunjunginya ke asrama dengan didampingi oleh pihak kepolisian dari Polsek Tamalate, Polrestabes Makassar.
Melihat kondisi yang ada, Gubernur Zainal berharap agar media massa tidak memberitakan tentang korbannya, tetapi lebih pada upaya mendorong agar kasus tersebut segera bisa terungkap.
“Saya meminta teman-teman media jangan di-blow up korbannya, tapi yang harus di-blow up itu bagaimana kita bersama-sama mencari pelaku ini,” katanya.
Menurutnya, privasi korban harus dijaga dengan tidak menyebarluaskan informasi yang dapat berdampak pada kondisi mental korban.
“Kasihan dia secara psikologis. Ini yang perlu kita tangani segera dan dari psikolog kita sudah meminta bantuan,” tuturnya.
Gubernur Kaltara juga memohon bantuan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel untuk menindaklanjuti kasus tersebut sampai terungkap.
“Mohon Bapak Kapolda Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kasus ini sampai kasus ini terungkap,” pintanya kepada Kapolda Sulsel.
Baca Juga: Sabu Rp2,7 Miliar Lolos Tiga Bandara Besar, Keamanan Bandara Indonesia Disorot
Dia juga memohon bantuan kepada masyarakat Sulsel bersama-sama dengan aparat penegak hukum untuk bisa menangkap pelaku.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, kata Zainal, berupaya maksimal membantu pemulihan psikologis dan juga terus mendampingi korban.
“Itu kita carikan jalan keluar terhadap korban, kita minta pendampingan pastinya dari psikolog, sehingga bagaimana untuk mengobati trauma. Karena ini betul-betul trauma yang sangat dalam,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Penampakan Mencekam Bendungan Bili-bili, 180 Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air
-
Jukir Tikam Ojol Karena Cekcok Parkir Rp10 Ribu Ditangkap
-
Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber
-
Sulsel Tempati Peringkat IV Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas
-
Puan Maharani Ungkap Alasan Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo