- Gubernur Kalimantan Utara mengimbau mahasiswa perantauan di Makassar untuk saling menjaga dari tindakan kriminal dan berbagai pengaruh negatif.
- Gubernur meminta mahasiswa mengawal kasus kekerasan seksual yang menimpa salah satu mahasiswi asal Kalimantan Utara di Makassar.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menindaklanjuti usulan pengadaan rumah singgah bagi warga daerah yang sedang menjalani pengobatan di Makassar.
SuaraSulsel.id - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang meminta para mahasiswa yang sedang berkuliah di luar di luar daerah tersebut untuk saling menjaga dan melindungi, baik dari tindakan kriminal maupun berbagai hal negatif lainnya.
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara terkait adanya kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual yang terjadi pada salah seorang mahasiswi asal Kaltara di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), baru-baru ini.
“Saya harap adik-adik mahasiswa saling menjaga antarsesama mahasiswa di perantauan,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, di Makassar, Sabtu (16/5).
Sebelumnya, pada Kamis (14/5) malam Gubernur Kaltara bersamaan dengan agenda kerjanya di Makassar, menerima audiensi mahasiswa asal Kaltara yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Utara (KPMKU) di Makassar.
Dalam pertemuan tersebut berbagai hal dibahas, mulai dari perkembangan kasus dugaan penyekapan mahasiswi hingga kebutuhan rumah singgah bagi masyarakat Kaltara di Makassar.
“Saya meminta adik-adik mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam KPMKU terus mengawal perkembangan kasus yang menimpa mahasiswi kita dan sekaligus menjaga solidaritas antarmahasiswa di Makassar,” katanya.
Zainal mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan kebutuhan rumah singgah untuk warga Kaltara yang menjalani pengobatan di Makassar yang mengalami kesulitan memperoleh tempat tinggal sementara selama masa perawatan.
Selama ini, lanjut Zainal, mahasiswa mengaku asrama mereka kerap dimanfaatkan untuk membantu menampung warga yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga daerah itu.
Terkait rumah singgah itu, dia meminta agar mahasiswa menyampaikan usulan disertai data sebagai pendukung untuk diajukan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Baca Juga: ART di Rumah Pribadi Bupati Konawe Selatan Jadi Korban Kekerasan Seksual
“Saya meminta mereka agar segera menyampaikan suratnya ke pemprov bersama datanya, nanti kita coba carikan solusi,” katanya.
Di akhir pertemuan, ujar Zainal, juga berpesan agar para mahasiswa untuk tetap fokus menyelesaikan pendidikan dengan baik dan terus membawa nama baik Kaltara di daerah perantauan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Begini Kualitas Udara Kota Makassar Senin 5 Oktober, Gubernur: Pakai Masker!
-
MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?
-
Andi Sudirman Lantik Andi Winarno Eka Putra Sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel
-
Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia
-
Dituding Fasilitasi Aksi LGBT di Pesta Selebgram, Izin MYE Lounge Makassar Diperiksa