- Komisi III DPR RI mendesak polisi menindak tegas pelaku begal di Makassar menyusul penyerangan sadis terhadap bocah 13 tahun.
- Polrestabes Makassar telah menangkap lima tersangka yang diduga melakukan penyerangan dengan senjata tajam karena motif dendam pribadi.
- Para pelaku terancam hukuman sembilan tahun penjara berdasarkan undang-undang perlindungan anak serta pasal pidana atas perbuatan kekerasan tersebut.
SuaraSulsel.id - Aksi brutal geng motor dan begal yang belakangan marak terjadi di Kota Makassar membuat Komisi III DPR RI geram.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni bahkan meminta aparat kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan yang dinilai semakin brutal dan membahayakan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Sahroni menyusul kasus penyerangan sadis terhadap seorang bocah berusia 13 tahun berinisial H di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, Sulawesi Selatan.
Korban mengalami luka serius di bagian punggung usai ditebas senjata tajam oleh kelompok geng motor pada Minggu, 10 Mei 2026, dini hari.
Sahroni menilai aparat kepolisian harus berani melakukan tindakan tegas dan terukur, termasuk tembakan di tempat jika pelaku membahayakan keselamatan warga.
"Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal," kata Sahroni kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, tindakan cepat aparat sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat aksi brutal geng motor dan begal di jalanan. Sahroni minta agar langsung dilumpuhkan, lalu diproses hukum.
"Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas. Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka," ujarnya.
Ia juga meminta pasukan patroli di lapangan dibekali standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar anggota tidak ragu mengambil keputusan saat menghadapi situasi berbahaya.
Baca Juga: Viral Kandang Babi di Area Gudang Farmasi Makassar, Begini Pengakuan Pemilik
Sorotan DPR RI itu muncul setelah polisi berhasil menangkap lima anggota geng motor yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap H.
Korban diketahui mengalami luka serius akibat sabetan parang saat melintas di lokasi kejadian.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan setelah kejadian pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku.
"Alhamdulillah hari ini sudah tertangkap sebanyak lima orang pelaku," kata Arya, Selasa, 5 Mei 2026.
Kelima pelaku masing-masing berinisial AF (19), MR, MY (19), MFG (19), dan MA (19). Polisi menyebut para pelaku memiliki latar belakang berbeda, mulai dari mahasiswa, pedagang, buruh harian, hingga sopir.
Meski demikian, polisi mengungkap masih ada dua pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan kini masih dalam pengejaran aparat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung
-
60 Ribu Calon Mahasiswa Lepas Kursi SNBP, Unhas Justru Catat Tren Positif
-
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut
-
10 Koperasi Merah Putih di Kolaka Ingin Putus Rantai Tengkulak
-
Prabowo Tegaskan Peran Vital Petani-Nelayan, Kawasan Produktif Transmigrasi Siap Diperkuat