Muhammad Yunus
Rabu, 13 Mei 2026 | 11:51 WIB
Puluhan warga di Batulappa, Kabupaten Pinrang terpaksa menandu seorang wanita sakit sejauh kurang lebih dua kilometer akibat akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Warga Dusun Paleleng, Pinrang terpaksa menandu seorang pasien wanita sejauh dua kilometer menuju rumah sakit pada 10 Mei 2026.
  • Aksi gotong royong tersebut dilakukan karena akses jalan utama rusak berat, berlumpur, dan tertutup longsor bagi kendaraan.
  • Masyarakat menuntut janji perbaikan infrastruktur dari pemerintah daerah agar akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman kedepannya.

SuaraSulsel.id - Puluhan warga di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Terpaksa menandu seorang wanita sakit sejauh kurang lebih dua kilometer akibat akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video warga bergotong royong membawa pasien menggunakan sarung dan bambu beredar luas.

Dalam video itu, warga terlihat bergantian memikul tandu melewati jalan tanah yang licin.

Sejumlah warga lain juga tampak mengawal menggunakan sepeda motor sambil menerangi jalan saat malam mulai tiba.

Kepala Desa Kaseralau, Baharuddin membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 Wita.

"Jalan dari jantung desa ke Dusun Paleleng memang tertutup longsor," kata Baharuddin saat dihubungi Rabu,, 13 Mei 2026.

Menurutnya, akses utama menuju dusun tersebut saat ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

Karena itu, warga terpaksa membawa pasien dengan cara ditandu menuju RSUD Massenrempulu Enrekang yang menjadi fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Aksi Viral Angkut Motor Listrik Sambil Boncengan, Polisi Makassar Buru Pengendara 'Sakti' Ini

"Mobil roda empat yang biasa dipakai tidak bisa lewat karena jalanan tanah yang licin," ujarnya.

Perempuan yang ditandu diketahui bernama Tisa. Ia harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Baharuddin mengatakan warga sudah terbiasa menggunakan jalur alternatif menuju Kabupaten Enrekang ketika kondisi jalan di wilayah tersebut tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

"Sekitar dua kilometer lebih ditandu. Itu memang akses yang biasa dilalui masyarakat," katanya.

Ia menyebut kondisi seperti itu sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Sejak lama warga di wilayah pegunungan Desa Kaseralau kerap menandu pasien menggunakan sarung apabila ada warga sakit dalam kondisi darurat.

"Karena jalan rusak dan tidak bisa dilalui mobil atau ambulans, makanya sejak dulu sampai sekarang warga memakai sarung gotong warga yang sakit," bebernya.

Load More