- Badan Industri Mineral membahas pengembangan tambang logam tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat, dalam rapat di Jakarta.
- Rapat dihadiri oleh sejumlah menteri serta pimpinan TNI guna mempercepat riset dan pengembangan mineral strategis tersebut.
- Pengembangan tambang ini bertujuan meningkatkan nilai tambah mineral serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
SuaraSulsel.id - Badan Industri Mineral (BIM) membahas pengembangan tambang logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) yang berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat.
“Pembahasan ini … Mamuju. Inilah, pengembangan seperti apa untuk rare earth element, kira-kira gitu,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno ketika dijumpai di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (12/5).
Berdasarkan pantauan ANTARA di Kantor BP BUMN, rapat dihadiri oleh Ketua Dewan Pengarah BIM sekaligus Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, anggota Dewan Pengarah BIM sekaligus Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala BIM sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Sigit Puji Santosa.
Tri Winarno menghadiri rapat tersebut untuk mewakili anggota Dewan Pengarah BIM sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.
Tri menyampaikan tidak ada pembahasan lain selain logam tanah jarang dalam rapat tersebut.
“Bukan (bahas ground breaking hilirisasi). Bahas logam tanah jarang,” ucap Tri.
BIM bertugas melaksanakan dukungan untuk mempercepat riset dan pengembangan guna meningkatkan nilai tambah dari mineral strategis.
Mineral strategis yang dimaksud adalah jenis mineral yang memiliki peranan vital bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi, mencakup mineral radioaktif, logam tanah jarang, dan mineral lainnya.
Baca Juga: Mengapa Gelang Haji Indonesia Terbuat dari Logam? Ternyata Ini Keunggulannya
Pengelolaannya berlaku baik untuk mineral yang menjadi produk utama maupun produk ikutan dari sebuah kegiatan penambangan.
Kementerian Transmigrasi membuka potensi memanfaatkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk tambang batu bara hingga logam tanah jarang (LTJ), dalam rangka menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan,” ujar Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta, Senin (4/5).
Iftitah menjelaskan bahwa saat ini, Kementerian Transmigrasi sedang betul-betul fokus untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat yang berpindah ke wilayah tersebut bisa merasa betah sebab memiliki pekerjaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Terisolir dari Akses Kesehatan, Nasib Warga Pinrang Harus Berjuang di Jalan Rusak Demi Berobat
-
Pengamat: Geng Motor di Makassar Tak Bisa Diselesaikan dengan Represi Semata
-
Makassar Darurat Geng Motor, Kapolres: Jangan Biarkan Anak Keluar Malam
-
Sahroni Minta Polisi Tembak Begal yang Resahkan Warga Makassar
-
Viral Kandang Babi di Area Gudang Farmasi Makassar, Begini Pengakuan Pemilik