- Aksi kekerasan geng motor yang semakin brutal di Kota Makassar menyebabkan keresahan warga serta memicu korban luka serius.
- Kapolrestabes Makassar mengeluarkan ultimatum tegas berupa perintah tembak di tempat bagi pelaku yang membahayakan nyawa masyarakat umum.
- Pengamat menilai aksi kriminalitas ini dipicu masalah sosial ekonomi, sehingga penegakan hukum perlu dibarengi dengan solusi akar permasalahan.
SuaraSulsel.id - Meningkatnya aksi brutal geng motor di Kota Makassar memicu keresahan masyarakat dan mendorong aparat kepolisian mengambil langkah tegas.
Namun di balik rencana pendekatan represif yang kini diterapkan, pengamat menilai fenomena geng motor juga dipicu persoalan sosial dan ekonomi yang lebih kompleks.
Dalam beberapa pekan terakhir, aksi kekerasan jalanan di Makassar terus berulang.
Warga mulai merasa tidak aman saat melintas pada malam hingga dini hari. Sejumlah titik jalan utama yang biasanya ramai kini cenderung dihindari masyarakat.
Aksi geng motor pun dinilai semakin brutal. Tidak hanya melakukan konvoi ugal-ugalan, kelompok tersebut disebut kerap menyerang warga secara acak menggunakan parang maupun busur panah.
Merespons kondisi itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengeluarkan ultimatum keras terhadap pelaku geng motor dan begal yang membahayakan keselamatan warga.
Arya menegaskan personel kepolisian diperintahkan mengambil tindakan tegas hingga tembak di tempat apabila pelaku menyerang warga atau aparat menggunakan senjata tajam.
“Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat. Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat dengan parang atau senjata lainnya, tembak di tempat,” tegas Arya, Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, ia menekankan tindakan tersebut hanya diberlakukan terhadap pelaku yang benar-benar mengancam keselamatan jiwa.
Baca Juga: Makassar Darurat Geng Motor, Kapolres: Jangan Biarkan Anak Keluar Malam
Jika situasi masih dapat dikendalikan, polisi tetap diminta bertindak secara terukur.
“Kalau memang tidak mengancam, ya dilakukan upaya-upaya tegas tapi terukur. Tidak serta merta langsung menembak,” ujarnya.
Rentetan aksi geng motor dalam sebulan terakhir memang menjadi perhatian publik. Pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026, seorang remaja berusia 13 tahun berinisial HL menjadi korban penyerangan di Jalan Abu Bakar Dg Lambogo.
Korban mengalami luka serius di bagian punggung akibat sabetan parang dan harus menjalani perawatan intensif.
Polisi kemudian menangkap lima terduga pelaku yang disebut bagian dari komplotan geng motor. Aparat juga menyita parang, busur panah, serta kendaraan yang digunakan saat beraksi.
Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Jalan Sunu pada 4 Mei 2026. Seorang pengendara motor menjadi korban penebasan hingga membuat Polda Sulsel turun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Pengamat: Geng Motor di Makassar Tak Bisa Diselesaikan dengan Represi Semata
-
Makassar Darurat Geng Motor, Kapolres: Jangan Biarkan Anak Keluar Malam
-
Sahroni Minta Polisi Tembak Begal yang Resahkan Warga Makassar
-
Viral Kandang Babi di Area Gudang Farmasi Makassar, Begini Pengakuan Pemilik
-
Mentan Amran Sulaiman Perintahkan Perbaikan Tanggul Sultra Selesai 2 Minggu