- Ladalle Abdullah, seorang sopir truk asal Sidrap, akan berangkat haji pada 22 April 2026 melalui Embarkasi Makassar.
- Ia mewujudkan impian menunaikan ibadah haji setelah tekun menabung selama 30 tahun dari hasil pekerjaannya yang terbatas.
- Ladalle mendaftar haji pada tahun 2011 dan berencana mendoakan kesejahteraan ketiga anaknya saat berada di Tanah Suci nanti.
SuaraSulsel.id - Langkahnya pelan saat memasuki salah satu ruangan di Asrama Haji Sudiang.
Di antara deretan kursi yang sudah dipenuhi calon jemaah lain, pria itu memilih duduk dengan hati-hati.
Namun dari sorot matanya, ada sesuatu yang sulit disembunyikan. Rasa haru yang lama dipendam, kini akhirnya menemukan jalannya.
Wajahnya tampak tenang, tapi matanya berbinar. Seolah ia tak percaya akhirnya berangkat ke Tanah Suci.
Namanya Ladalle Abdullah. Seorang sopir truk pengangkut gabah asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang tahun ini mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji.
Ia dijadwalkan berangkat pada Rabu, 22 April 2026 dini hari tergabung dalam kloter kedua jemaah calon haji embarkasi Makassar.
Bagi banyak orang, berangkat haji mungkin adalah rencana yang disusun dalam hitungan belasan tahun saja.
Namun bagi Ladalle, perjalanan itu ditempuh dalam waktu yang jauh lebih panjang. 30 tahun lamanya.
Sehari-hari, Ladalle bekerja sebagai sopir truk pengangkut gabah di kampungnya. Sidrap, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Sulawesi Selatan, menjadi saksi kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Jual 3 Ekor Sapi, Petani Asal Soppeng Akhirnya Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Menunggu
Ia mengangkut hasil panen petani. Gabah, beras, hingga dedak dari satu tempat ke tempat lain.
Upahnya tak besar. Bahkan dulu, ia hanya menerima sekitar Rp30 ribu untuk sekali angkut.
"Dulu saya digaji Rp30 ribu tiap angkut gabah, beras atau dedak setiap bulan. Itu saya tabung terus," kenangnya.
Dari penghasilan yang terbatas itu, Ladalle mulai menabung. Sedikit demi sedikit, tanpa pernah benar-benar tahu kapan impiannya akan terwujud.
Baginya, menunaikan ibadah haji bukan sekadar soal kemampuan finansial, tetapi juga soal kesabaran dan keyakinan.
Pada tahun 2011, ia memberanikan diri mendaftar haji. Sejak saat itu, disiplin menabung menjadi bagian dari hidupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar