- PPIH Embarkasi Makassar siap memberangkatkan 16.750 jemaah haji tahun 2026 yang terbagi dalam 43 kelompok terbang keberangkatan.
- Penyelenggaraan haji mencakup jemaah dari delapan provinsi di wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua melalui Asrama Haji.
- Inovasi distribusi Kartu Nusuk dilakukan lebih awal di Asrama Haji guna mempermudah akses serta verifikasi data jemaah.
SuaraSulsel.id - Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Embarkasi Makassar dipastikan siap sepenuhnya.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan kesiapan untuk melayani sebanyak 16.750 jemaah yang akan diberangkatkan melalui embarkasi ini.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan yang juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail menegaskan seluruh persiapan telah rampung, termasuk untuk keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama.
Ia menjelaskan jemaah kloter 1 yang berasal dari Kabupaten Soppeng dijadwalkan tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada pukul 08.00 Wita, sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada pukul 03.20 Wita keesokan harinya.
Sementara itu, kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) akan diterima pada pukul 11.00 Wita dan diberangkatkan pukul 07.00 Wita.
"Seluruh stakeholder yang tergabung dalam PPIH Embarkasi Makassar siap memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah," ujar Ikbal, Senin, 20 April 2026.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar tahun ini melayani jemaah yang terbagi dalam 43 kelompok terbang.
Para jemaah berasal dari delapan provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Selain kesiapan teknis, terdapat pula sejumlah inovasi dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Baca Juga: Hati-hati! 5 Modus Penipuan Haji Ilegal yang Incar Uang Anda
Salah satu yang paling menonjol adalah distribusi Kartu Nusuk yang kini dilakukan lebih awal, yakni saat jemaah masih berada di Asrama Haji Embarkasi Makassar.
Sebelumnya, kartu tersebut baru diberikan setelah jemaah tiba di Arab Saudi. Namun mulai tahun ini, kebijakan tersebut diubah untuk mempermudah proses pelayanan dan mobilitas jemaah.
"Kartu Nusuk ini sangat membantu jemaah karena menjadi identitas resmi selama di Tanah Suci," jelas Ikbal.
Kartu Nusuk merupakan kartu identitas digital berbentuk smart card yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi sejak 2024. Kartu ini wajib dimiliki setiap jemaah haji karena memuat data penting seperti identitas pribadi, nomor paspor, hingga informasi akomodasi.
Selain itu, kartu ini dilengkapi dengan kode QR atau chip yang digunakan petugas untuk verifikasi akses, termasuk masuk ke Kota Makkah dan kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dengan sistem ini, pemerintah Arab Saudi juga dapat mencegah keberadaan jemaah ilegal selama musim haji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8
-
Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes