- Laskar Garuda Indonesia Bersatu berencana menggelar aksi unjuk rasa mendukung Jusuf Kalla di Makassar pada 17 April 2026.
- Pihak KALLA meminta masyarakat tidak melakukan unjuk rasa demi menjaga ketertiban dan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
- Rencana aksi muncul sebagai respons atas polemik ceramah Jusuf Kalla mengenai isu agama yang dilaporkan ke polisi.
SuaraSulsel.id - Rencana aksi damai untuk mendukung mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mencuat di Kota Makassar.
Informasi yang beredar menyebutkan warga yang tergabung dalam Laskar Garuda Indonesia Bersatu akan turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas terhadap tokoh nasional tersebut.
Aksi tersebut disebut-sebut akan digelar di sejumlah titik strategis, yakni Flyover Jalan Urip Sumoharjo dan kantor DPW PSI Sulawesi Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, mulai pukul 14.00 Wita.
Namun, di tengah rencana tersebut, pihak KALLA justru menyampaikan imbauan tegas agar masyarakat tidak mengekspresikan dukungan dalam bentuk aksi unjuk rasa.
Tanggapan itu disampaikan melalui Chief Legal & Sustainability Officer KALLA, Subhan Djaya Mappaturung.
Ia mengapresiasi simpati publik terhadap Jusuf Kalla, tapi menilai aksi massa berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
"Kami mengucapkan terima kasih atas simpati dan dukungan masyarakat untuk Bapak Jusuf Kalla, termasuk dengan adanya rencana aksi ini. Namun kami tegaskan, dukungan sebaiknya tidak dilakukan dalam bentuk unjuk rasa yang dapat mengganggu ketertiban dan kedamaian," ujar Subhan, Kamis, 16 April 2026.
Ia menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, terlebih di tengah polemik yang tengah berkembang.
Baca Juga: Besok Warga di Makassar Akan Turun ke Jalan Bela Jusuf Kalla, Ini Titik Aksinya
Kata Subhan, gerakan massa berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu perpecahan di masyarakat.
"Jangan sampai muncul adu domba yang memanfaatkan kondisi seperti ini. Kita harus bersama-sama menjaga kerukunan," lanjutnya.
Subhan juga menyebut rekam jejak Jusuf Kalla selama ini telah dikenal luas oleh masyarakat, khususnya dalam upaya menciptakan perdamaian di berbagai daerah konflik di Indonesia.
"Kami meyakini masyarakat sudah mengetahui dengan baik peran beliau dalam pemerintahan, termasuk sebagai inisiator perdamaian dalam konflik Ambon dan Poso," katanya.
Karena itu, pihaknya meminta aparat pemerintah dan penegak hukum untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi yang mengatasnamakan dukungan terhadap Jusuf Kalla.
"Kami memohon agar pemerintah dan pihak berwajib dapat mengantisipasi agar aksi-aksi semacam ini tidak dilakukan, demi menjaga stabilitas dan kedamaian di masyarakat," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak