- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengoptimalkan penagihan pajak kendaraan melalui razia jalanan dan pengiriman surat tagihan langsung kepada wajib pajak.
- Pemerintah mendorong ASN menggunakan program Sipijar untuk melunasi tunggakan pajak guna meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah pada triwulan pertama 2026.
- Bapenda Sulsel akan menggandeng aparat penegak hukum untuk menagih potensi pajak senilai Rp1,7 triliun dari 1,9 juta kendaraan menunggak.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mencari cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah menagih langsung pajak kendaraan bermotor hingga ke rumah wajib pajak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang PAD Bapenda Sulsel, Muhammad Irvandi Thamrin mengatakan berbagai strategi tengah dijalankan pihaknya secara masif. Mulai dari razia di jalan hingga pendekatan langsung ke masyarakat.
"Sekarang penertiban pajak sudah dilakukan lebih masif. UPT di kabupaten/kota rutin melakukan sweeping di jalan untuk menjaring kendaraan yang menunggak," ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Selain itu, Bapenda juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SP3D) kepada wajib pajak.
Surat tersebut menjadi pengingat sekaligus tagihan resmi bagi masyarakat yang belum memenuhi kewajibannya.
"Kami kerjasama dengan Bapenda di Kabupaten Kota untuk proses pengantaran SP3D, yaitu semacam surat tagihan ke masing-masing wajib pajak," jelasnya.
Strategi lain yang kini mulai dioptimalkan adalah pendataan khusus terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang masih memiliki tunggakan pajak kendaraan.
Para ASN tersebut nantinya diarahkan untuk mengikuti program Sipijar (Simpanan dan Pinjaman Pajak Daerah) yang difasilitasi oleh Bank Sulselbar.
Baca Juga: Banyak Hadiah Mobil dan Motor! Cara Pemprov Sulsel Rayu Warga agar Taat Bayar Pajak
"Program ini sebenarnya sudah lama ada, tapi kurang tersosialisasi. Sekarang kami dorong kembali agar ASN bisa memanfaatkannya untuk melunasi pajak," kata Irvandi.
Realisasi PAD Masih Rendah, Namun Tumbuh Positif
Di tengah berbagai upaya tersebut, realisasi PAD Sulsel hingga triwulan I 2026 masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan target tahunan.
Dari target PAD sebesar Rp6,6 triliun, realisasi yang tercapai baru sekitar Rp824 miliar atau 14,35 persen.
Khusus pajak daerah, target yang ditetapkan sebesar Rp5,2 triliun, dengan realisasi hingga Maret mencapai Rp746 miliar.
Untuk pajak kendaraan bermotor, realisasinya tercatat sebesar Rp234 miliar atau sekitar 13,11 persen dari target.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8