- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengoptimalkan penagihan pajak kendaraan melalui razia jalanan dan pengiriman surat tagihan langsung kepada wajib pajak.
- Pemerintah mendorong ASN menggunakan program Sipijar untuk melunasi tunggakan pajak guna meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah pada triwulan pertama 2026.
- Bapenda Sulsel akan menggandeng aparat penegak hukum untuk menagih potensi pajak senilai Rp1,7 triliun dari 1,9 juta kendaraan menunggak.
Sementara bea balik nama kendaraan bermotor mencapai Rp164 miliar atau 17,52 persen.
Kemudian, pajak bahan bakar kendaraan bermotor terealisasi Rp249 miliar atau 18,20 persen, pajak air permukaan Rp89 miliar atau 33,50 persen, serta pajak alat berat yang baru mencapai Rp357 juta atau sekitar 7,49 persen.
Sementara itu, retribusi daerah tercatat sebesar Rp62 miliar atau 12,56 persen, dan lain-lain PAD yang sah masih relatif kecil, yakni sekitar Rp15 miliar atau 2,07 persen.
"Memang secara persentase masih rendah, tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, realisasinya tumbuh positif," ujar Irvandi.
Ia menyebutkan, khusus pajak daerah, terjadi peningkatan sekitar Rp61 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025, atau tumbuh sebesar 9,04 persen. Sementara total PAD juga meningkat Rp27 miliar atau sekitar 3,57 persen.
Tunggakan Pajak Capai Rp1,7 Triliun, Pengawasan Diperketat
Potensi penerimaan pajak daerah yang belum tergarap masih sangat besar.
Data menunjukkan sekitar 1,9 juta kendaraan di Sulsel masih menunggak pajak, dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun.
Untuk mengejar potensi tersebut, Pemprov Sulsel juga mengandalkan program insentif seperti “Gebyar Pajak” yang digagas Gubernur.
Baca Juga: Banyak Hadiah Mobil dan Motor! Cara Pemprov Sulsel Rayu Warga agar Taat Bayar Pajak
Program ini memberikan berbagai hadiah kepada masyarakat yang membayar pajak tepat waktu, khususnya pada periode Januari hingga Maret 2026.
"Program ini sudah berjalan dan cukup membantu meningkatkan minat masyarakat untuk membayar pajak," kata Irvandi.
Namun, tantangan juga muncul pada sektor pajak alat berat yang dinilai memiliki potensi besar, tetapi realisasinya masih rendah.
Menurut Irvandi, penerimaan dari sektor ini biasanya meningkat pada akhir tahun.
"Potensi terbesar ada di perusahaan besar seperti PT Vale. Tahun lalu kontribusinya lebih dari Rp3 miliar," ujarnya.
Meski demikian, proses pendataan di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Beberapa perusahaan disebut masih membatasi akses petugas untuk melakukan pendataan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar
-
25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September