- Subdit V Tipidsiber Polda Sultra menerima 109 laporan kasus pencemaran nama baik sepanjang Januari hingga Mei 2026.
- Kasus pencemaran nama baik tersebut mayoritas terjadi melalui unggahan dan kolom komentar di platform Facebook serta Instagram.
- Polda Sultra mengimbau masyarakat bijak bermedia sosial untuk menghindari konsekuensi hukum atas pelanggaran ketentuan perundang-undangan di ruang digital.
SuaraSulsel.id - Subdit V Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menangani sebanyak 109 laporan dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media sosial sepanjang Januari hingga Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Kanit 1 Unit 2 Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sultra AKP Asfandy saat ditemui di Kendari, mengatakan tingginya angka laporan tersebut didominasi oleh kasus yang terjadi melalui platform media sosial Facebook dan Instagram.
“Memasuki akhir Mei 2026, laporan pencemaran nama baik yang masuk di Subdit V Tipidsiber mencapai 109 laporan, baik yang terjadi di Facebook maupun Instagram,” kata Asfandy, Jumat (29/5).
Ia menilai tingginya angka laporan ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital.
Oleh karena itu, Asfandy mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpancing emosi saat membuat maupun membagikan unggahan di internet.
Menurut dia, sebagian besar kasus yang ditangani pihak kepolisian bermula dari kolom komentar, unggahan status, maupun penyebaran informasi yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak hukum dan sosial terlebih dahulu.
“Bijak dalam bermedia sosial, berpikir dulu sebelum posting. Hati-hati dalam bersosial media, jangan mudah terpancing,” ujarnya.
Afandy juga mengingatkan kembali kepada publik bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum yang mengikat apabila mengandung unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, maupun penyebaran informasi yang melanggar ketentuan perundang-undangan.
"Melalui upaya edukasi dan imbauan berkala ini, kami berharap masyarakat dapat lebih cerdas serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial demi menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif," tutur Asfandy.
Baca Juga: Nongkrong di Warkop, Napi Korupsi Asal Sultra Langsung "Dibuang" ke Nusakambangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan