- Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, Makassar menertibkan 167 lapak PKL di fasilitas umum pada Kamis, 9 April 2026.
- Penertiban bertujuan mengembalikan fungsi trotoar dan drainase yang selama sepuluh tahun terganggu akibat aktivitas pedagang tersebut.
- Pedagang direlokasi ke kawasan GOR Sudiang dan area milik PD Terminal agar dapat berjualan secara legal.
SuaraSulsel.id - Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Lebih Tertata
Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, mulai menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama hampir satu dekade berdiri di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
Lapak-lapak tersebut diketahui menempati area seperti bahu jalan, trotoar, hingga di atas saluran drainase yang dinilai mengganggu arus lalu lintas serta menghambat fungsi infrastruktur lingkungan.
Penertiban dilakukan oleh petugas gabungan dengan menyasar tujuh titik lokasi. Secara keseluruhan terdapat 167 lapak PKL yang akan direlokasi ke tempat yang lebih representatif dan tertata.
Camat Biringkanaya, Maharuddin, mengatakan sebagian besar pedagang menunjukkan sikap kooperatif dengan membongkar lapaknya secara mandiri.
“Dari ratusan lapak tersebut, sebagian besar pedagang menunjukkan kesadaran dan inisiatif sendiri dengan melakukan pembongkaran secara mandiri, sehingga proses penataan berjalan relatif kondusif,” kata Maharuddin, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan pemerintah kecamatan bersama para lurah sebelum penertiban dilaksanakan.
Sosialisasi kepada para pedagang telah dilakukan secara bertahap melalui penyampaian imbauan langsung hingga penerbitan Surat Peringatan (SP) I, SP II, dan SP III.
“Prosesnya tidak serta-merta. Sudah ada peringatan berulang, baik secara lisan maupun administrasi,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Rumah di Makassar, Brand Fashion Cambridge Laris di Pasar Online Nasional
Tujuh Titik Penertiban
Adapun tujuh lokasi yang menjadi sasaran penertiban meliputi:
Pasar Mandai, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sudiang, sekitar 20 pedagang yang menempati bahu jalan dan pedestrian.
Depan GOR Sudiang, Jalan Pajjaiang, Kelurahan Sudiang Raya, sebanyak 88 lapak pedagang sayur, ikan, gorengan, dan makanan jadi.
Depan Asrama Haji, Jalan Poros Asrama Haji, Kelurahan Bakung, sekitar 10 lapak pedagang.
Depan Bukit Katulistiwa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Berua, sebanyak 10 lapak pedagang pisang dan ubi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Jadwal Puasa Arafah 2026: Jangan Lewatkan Waktu Mustajab Berdoa, Dosa 2 Tahun Dihapus
-
Tinjau Proyek Rp430 Miliar di Hertasning, Gubernur Sulsel Pastikan Banjir Teratasi
-
Alami Cedera Kaki dan Asma, Dua Pendaki di Gunung Bulubaria Dievakuasi Malam Hari
-
Ratusan Personil Turun Tertibkan Pasar Tumpah yang Sudah Beroperasi 20 Tahun di Makassar
-
Razia WNA, Aparat Gabungan Sangihe Kepung Area Tambang Bowone