SuaraSulsel.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk Holding Ultra Mikro (UMi) yang beranggotakan PT Pegadaian dan PNM terus memperkuat sinergi ekosistem pembiayaan inklusif sebagai upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Salah satunya tercermin dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis antara Pegadaian dan SMBC Corporation pada ajang INDONESIA – JAPAN STRATEGIC PARTNERSHIP FORUM yang mengusung tema “Value Co-Creation: Building the Future of Energy, Industry, and Global Supply Chains”, bertempat di The Imperial Hotel Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026).
Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, JETRO, KBRI Tokyo, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, METI Jepang, Keidanren, JCCI, dan Japinda ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi strategis Indonesia–Jepang sekaligus mengidentifikasi peluang kemitraan baru dengan memanfaatkan kerangka kerja IJEPA (Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BRI Group dalam memperluas akses pendanaan, termasuk melalui skema pembiayaan global (offshore financing), guna memperkuat kapasitas pembiayaan segmen ultra mikro dan UMKM di Indonesia.
CEO BRI Group Hery Gunardi mengungkapkan, sebagai induk Holding Ultra Mikro, BRI berperan sebagai orkestrator dalam membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan BRI, Pegadaian, dan PNM.
“Sinergi ini tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan end-to-end, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga literasi keuangan,” ujarnya.
Hery juga menyampaikan bahwa kolaborasi Pegadaian dengan mitra global merupakan bagian dari strategi besar Holding Ultra Mikro untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
“BRI terus mendorong sinergi dan transformasi di seluruh entitas, termasuk Pegadaian, agar mampu memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan, sekaligus memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi pemberdayaan segmen ultra mikro dan UMKM,” ujarnya.
Tercatat, hingga akhir Desember 2025, Holding Ultra Mikro BRI Group telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total lebih dari 187 juta rekening simpanan mikro. Pada periode yang sama, ekosistem Holding UMi ini juga mencatat capaian signifikan, di mana sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas. Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional, di mana hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY.
Kerja sama Pegadaian dan SMBC merupakan bagian dari penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang, sekaligus mendukung nawacita dan agenda pembangunan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam perluasan akses keuangan yang berkelanjutan dan penguatan ekosistem industri keuangan nasional.
Baca Juga: Program Desa BRILiaN Jadikan Desa Pajambon Contoh Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Sebagai bagian dari bullion ecosystem di Indonesia, Pegadaian menempatkan kolaborasi dengan mitra global seperti SMBC Group sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan, kapabilitas ESG, dan daya saing di tingkat regional, sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.
Penandatanganan MoU antara Pegadaian dan SMBC dilakukan pada rangkaian acara Japan – Indonesia Business Forum dan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, CEO Danantara Rosan Roeslani, Deputy President and Representative Executive Officer Sumitomo Mitsui Financial Group, Inc, Yoshihiro Hyakutome, SMBC Group Takeshi Kimoto, Henoch Munandar selaku Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia dan juga Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha.
Melalui MoU ini, Pegadaian dan SMBC menyepakati kolaborasi strategis yang mencakup penyediaan fasilitas kredit oleh SMBC kepada Pegadaian, termasuk fasilitas tematik dalam bentuk social loans untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor berdaya guna sosial tinggi. Fasilitas ini juga menjadi pijakan awal bagi Pegadaian dalam mengembangkan akses pendanaan luar negeri (offshore loan) guna mendukung ekspansi usaha perseroan secara berkelanjutan.***
Berita Terkait
-
Program Desa BRILiaN Jadikan Desa Pajambon Contoh Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
-
Dari Earth Hour ke Aksi Nyata, BRI Konsisten Jalankan Praktik Ramah Lingkungan
-
Kampung Koboi Jadi Ikon, Desa Tugu Selatan Tumbuh Berdaya Bersama Program Desa BRILiaN
-
Lewat BRImo, Beli Obat Praktis dengan Dukungan Layanan Apotek dan Pengiriman Cepat
-
Desa Manemeng Tumbuh Berdaya dengan Kolaborasi Warga dan Program Desa BRILiaN
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Nenek Masita Siap Berangkat Haji Usia 94 Tahun, Bagaimana Kesiapan Kementerian Haji?
-
Gubernur Sultra Larang Kendaraan Pribadi di Hari Kamis
-
Dari Rumah di Makassar, Brand Fashion Cambridge Laris di Pasar Online Nasional
-
Jadwal Resmi Haji 2026: Kloter Pertama Embarkasi Makassar Berangkat 22 April
-
Perkuat Jaringan Irigasi, Gubernur Sulsel Groundbreaking Program MYP Irigasi Soppeng-Bone-Wajo