- Harga plastik dan bahan baku meningkat sejak akhir Maret 2026 akibat gejolak geopolitik serta mahalnya biaya produksi global.
- Pedagang kecil di Sulawesi Selatan terpaksa mengurangi penggunaan plastik dan menaikkan harga jual demi menutupi biaya operasional.
- Dampak kenaikan harga plastik menekan keuntungan UMKM kuliner serta berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
SuaraSulsel.id - Menjelang sore, Anwar masih sibuk melayani pembeli di lapaknya. Di atas meja sederhana, aneka kue dan puding tersusun rapi, sebagian sudah dikemas dalam plastik bening.
Dari luar, tak ada yang tampak berbeda. Namun, di balik itu, ada perhitungan baru yang harus ia lakukan setiap hari.
Sepekan terakhir, harga plastik yang menjadi bagian penting dari usahanya tiba-tiba melonjak.
"Biasanya saya beli Rp22 ribu per lusin, sekarang sudah Rp26 ribu," kata Anwar.
Kenaikan itu mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun bagi pedagang seperti Anwar, yang setiap hari bergantung pada kemasan plastik untuk menjual dagangannya, selisih itu berarti banyak.
Tak hanya plastik utama untuk membungkus kue, kantong kresek yang biasa ia berikan kepada pembeli juga ikut naik. Sekitar Rp1.000 lebih mahal dari harga sebelumnya.
Dalam kondisi seperti itu, Anwar tak punya banyak pilihan selain berhemat.
"Sekarang kalau ada yang beli di bawah tiga bungkus, saya tidak kasih kantong. Kita harus irit," ujarnya.
Ia menyadari kebijakan itu mungkin membuat sebagian pembeli merasa kurang nyaman.
Baca Juga: Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
Namun, menaikkan harga jual bukanlah pilihan yang lebih baik.
"Kalau dinaikkan, tidak mungkin. Takut tidak laku. Apalagi kondisi sekarang," katanya.
Bagi Anwar, plastik bukan hanya sekadar pembungkus. Hampir semua jenis kue dan puding yang ia jual bergantung pada kemasan tersebut.
Artinya, ketika harga plastik naik, biaya produksi ikut terdorong, sementara harga jual harus tetap dijaga.
Dampaknya memang sederhana, tapi terasa. Keuntungan pun semakin menipis.
Hal serupa juga dirasakan oleh penjual lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad