- Warga menggelar demonstrasi di depan Pesantren Darul Istiqamah, Maros, pada Jumat (3/4) untuk menuntut penghentian segala bentuk intimidasi.
- Aksi massa menuntut pembukaan akses jalan yang telah diblokir pihak pesantren sejak Kamis, 2 April, tanpa alasan jelas.
- Demonstran menyerahkan petisi berisi sepuluh tuntutan agar aparat berwenang segera bertindak menyelesaikan konflik dan memulihkan hak warga.
SuaraSulsel.id - Sebuah aksi demonstrasi besar berlangsung hari ini di depan pos utama Pesantren Darul Istiqamah, Kabupaten Maros.
Warga yang tergabung dalam aksi ini mendesak agar pihak pesantren menghentikan segala bentuk intimidasi yang terjadi dan segera membuka akses jalan yang telah diblokir sejak Kamis, 2 April.
Aksi ini disertai dengan petisi bersama yang berisi 10 tuntutan utama yang mengutuk segala bentuk kezaliman yang terjadi di dalam kompleks pesantren.
Tuntutan utama para demonstran adalah pembukaan akses jalan yang selama ini ditutup tanpa alasan jelas, serta penghapusan segala bentuk intimidasi yang dirasakan oleh warga dan santri.
Isi Petisi Bersama:
1. Mengutuk segala bentuk kezaliman dan intimidasi yang terjadi di Pesantren Darul Istiqamah.
2. Mendesak aparat berwenang untuk segera mengambil alih pos utama Pesantren Darul Istiqamah.
3. Membuka segala bentuk blokade dan praktik premanisme yang terjadi di dalam kompleks pesantren.
4. Membuka akses jalan Darul Istiqamah untuk semua warga di dalam kawasan tanpa diskriminasi, dan mengembalikan akses utama untuk maslahat warga.
5. Menghapus pembatasan akses untuk bahan bangunan, mobil logistik, dan menyelesaikan konflik kepentingan di kalangan atas.
6. Menuntut agar dihilangkan arogansi manajemen yang menjadikan kawasan sebagai alat kekuasaan terhadap warga.
7. Memudahkan warga untuk melaksanakan hajatan sesuai dengan syari’at dan tanpa intimidasi.
8. Berhenti membenturkan warga dengan warga lainnya untuk kepentingan pribadi.
9. Berhenti menjadikan santri-santri dan warga sebagai alat untuk memenuhi kepentingan pribadi pihak tertentu.
10. Menuntut agar aparat bertindak tegas untuk mengakhiri segala bentuk kezaliman yang selama ini terjadi.
Muinul Haq, Koordinator Lapangan aksi tersebut, menegaskan, tidak bergerak untuk kepentingan pribadi.
"Kami hanya ingin agar masalah ini diselesaikan dengan cara yang sesuai dengan hukum. Tidak ada lagi intimidasi dan kekerasan di kawasan pesantren," katanya, Jumat (3/4).
Warga dan vendor dekorasi yang terhambat persiapannya untuk acara pernikahan mengungkapkan kekecewaan mereka atas penutupan jalan yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Baca Juga: Pesantren Darul Istiqamah Maros Tutup Jalan, Pesta Pernikahan Warga Terancam Batal
Penutupan akses jalan ini mengancam kelancaran acara yang sudah dipersiapkan, sementara pihak pesantren tidak dapat memberikan penjelasan hukum yang sah mengenai tindakan mereka.
Pihak yang terlibat dalam aksi mendesak agar pihak pesantren segera memberikan penjelasan yang jelas mengenai alasan penutupan jalan tersebut dan mengakhiri intimidasi yang terjadi.
Mereka juga menuntut aparat berwenang segera turun tangan untuk membuka akses yang telah diblokir, memastikan hak warga untuk menggunakan jalan umum dapat kembali terlaksana.
Pesantren Tantang Warga Tempuh Jalur Hukum
Perwakilan pengelola Pesantren Darul Istiqamah, Mualimin, meminta warga menempuh jalur hukum.
Untuk membuktikan apakah jalan yang ada di lingkungan pesantren adalah jalan umum atau jalan khusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Diserang Usai Bungkam PSM Makassar, Begini Kondisi Terkini Skuad Persib Bandung
-
Dulu Rusak Kini Mulus, Simak Progres Terbaru Pembangunan Jalan di Sulawesi Selatan
-
Mobil Wuling Hancur Total, 3 Orang Tewas di Trans Sulawesi
-
Kapal Pengangkut Sapi Tenggelam di Kalaotoa Saat Subuh, Puluhan Ternak Tak Terselamatkan
-
Duh! Kiai Cabuli Santriwati dengan Modus Minta Pijat, Pendiri Ponpes Maros Ditangkap di Bontang