- Pemprov Sulsel melakukan penanganan darurat pada Jalan Poros Pamanjengan Maros akibat kerusakan parah dan kemacetan.
- Penanganan darurat ini bersifat sementara sambil menunggu perbaikan permanen melalui paket MYP yang sedang lelang.
- Perbaikan permanen mencakup pengaspalan dan pembangunan talud/drainase sepanjang 18 kilometer sepanjang tahun 2025.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan penanganan sementara pada ruas Jalan Poros Pamanjengan di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, yang mengalami kerusakan cukup parah.
Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang kerap memicu kemacetan, terutama di jalur strategis yang menghubungkan Makassar dengan kawasan Moncongloe.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan penanganan darurat dilakukan agar akses masyarakat tetap dapat dilalui sembari menunggu proses perbaikan permanen.
“Untuk sementara kita lakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap bisa dilalui. Ini penting karena lalu lintas harian di ruas tersebut cukup tinggi,” ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan permanen jalan tersebut telah direncanakan melalui Paket 6 Multiyears Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang saat ini masih dalam tahap proses lelang.
Paket pekerjaan itu meliputi pembangunan talud serta pengaspalan jalan secara menyeluruh di ruas tersebut.
Meski demikian, Andi Sudirman menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek harus mengikuti prosedur administrasi pemerintahan yang berlaku.
“Mohon kepada seluruh warga agar bersabar karena tertib administrasi menjadi persyaratan mutlak dalam pemerintahan, meliputi tahapan penganggaran 2025, lelang awal tahun, hingga pekerjaan setelah ada pemenang,” jelasnya.
Diketahui, kondisi infrastruktur di wilayah Moncongloe saat ini cukup memprihatinkan. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan berat, terutama di sekitar area SPBU yang sering tergenang air akibat belum tersedianya sistem drainase yang memadai, termasuk drainase utama.
Baca Juga: Jalan Rusak Puluhan Tahun di Sulsel Kini Mulus, Guru dan Petani Rasakan Manfaat
Adapun rencana penanganan tahun ini mencakup ruas sepanjang sekitar 18 kilometer, mulai dari kawasan BTP di Kota Makassar menuju Moncongloe hingga Benteng Gajah.
Pekerjaan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas jalan sekaligus pembangunan sistem drainase guna mencegah genangan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan di kawasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum
-
Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Warga Evakuasi Korban dari Kolong Truk di Makassar: Balita Tewas, Tiga Luka-Luka
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun