- Pengelola Pesantren Darul Istiqamah di Maros menutup akses jalan umum yang menghambat persiapan pernikahan pada 5 April 2026.
- Kendaraan vendor dan keluarga pengantin tertahan di depan gerbang pesantren karena penutupan akses jalan tanpa alasan jelas.
- Panitia telah meminta bantuan Polres Maros untuk membuka jalan agar persiapan acara pernikahan dapat segera dilanjutkan kembali.
SuaraSulsel.id - Persiapan sebuah pesta pernikahan warga di Kabupaten Maros terancam batal. Setelah akses jalan menuju lokasi acara dilaporkan ditutup oleh pihak pengelola Pesantren Darul Istiqamah.
Penutupan jalan tersebut membuat sebuah mobil vendor yang membawa bahan dekorasi pernikahan tertahan di depan gerbang pesantren.
Kendaraan itu sedianya menuju lokasi acara untuk mempersiapkan pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada 5 April mendatang.
Tidak hanya kendaraan vendor, mobil keluarga pengantin juga dilaporkan ikut tertahan sejak kemarin hingga pagi ini, Jumat 4 April 2026.
Kondisi ini membuat keluarga yang telah menyiapkan berbagai kebutuhan acara harus menunggu tanpa kepastian.
Ibu dari calon pengantin, Mukhlisah, mengaku kecewa karena hingga kini tidak ada penjelasan jelas mengenai alasan penutupan akses jalan tersebut.
Padahal, kendaraan yang hendak masuk hanya membawa perlengkapan dekorasi untuk kebutuhan acara keluarga.
Jalan yang ditutup tersebut diketahui merupakan akses umum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Maros melalui surat keputusan resmi.
Namun, meski statusnya sebagai jalan umum, pihak pengelola pesantren tetap menutup akses tersebut.
Baca Juga: Jalan Poros Pamanjengan Moncongloe Rusak Parah, Gubernur Sulsel Ambil Tindakan Ini
Penutupan jalan itu juga berdampak pada sejumlah vendor acara yang akan memasang panggung dan flooring untuk keperluan pesta.
Ketua panitia pernikahan mengatakan pihaknya sudah mengurus berbagai izin sebelum acara digelar.
“Saya berbicara sebagai ketua panitia walimah nikah cucu Pak Kiyai. Vendor-vendor acara yang akan memasang panggung dan flooring dilarang masuk dengan alasan yang tidak jelas. Padahal izin keramaian dan izin ke otoritas pesantren sudah kami lakukan,” ujarnya.
Ia juga menyebut pihak panitia telah mengundang secara resmi pengelola pesantren, termasuk pimpinan pesantren Mufassir Arif dan Mudzakkir Arif, yang juga merupakan kerabat dari calon pengantin.
Untuk mengatasi situasi tersebut, pihak keluarga telah meminta bantuan Polres Maros agar dapat membantu membuka akses jalan.
Namun hingga saat ini, akses jalan tersebut masih tertutup meskipun upaya mediasi telah dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum
-
Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!
-
Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?
-
PMI Siapkan Operasi Besar Penanganan Gempa NTT
-
3 Strategi Mentan Amran Agar Kabupaten Alor Lepas dari Garis Kemiskinan