- Syamsir dan rekannya, Mellanio, membunuh Idris Bin Hari di Kabupaten Bulukumba pada 30 Maret 2026 secara terencana.
- Pelaku menghabisi nyawa korban saat tertidur akibat motif dendam karena masalah pribadi dan status hubungan keluarga.
- Polres Bulukumba berhasil menangkap kedua tersangka yang kini terancam hukuman berat atas dakwaan kasus pembunuhan berencana.
SuaraSulsel.id - Kasus pembunuhan sadis menggegerkan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Seorang pria bernama Syamsir (35) nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri, Idris Bin Hari (61) diduga dilatarbelakangi dendam lama karena tidak diakui sebagai anak.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin malam, 30 Maret 2026 di kediaman korban, di di Mariorennu, Kecamatan Gantarang.
Dalam melancarkan aksinya, Syamsir tidak bertindak sendiri. Ia dibantu oleh seorang pria lanjut usia yang juga merupakan tetangganya, Mellanio (72).
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto mengungkap pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya oleh kedua pelaku.
Pada malam kejadian, sekitar pukul 23.00 Wita, Syamsir dan Mellanio diketahui bertemu untuk menyusun rencana menghabisi korban.
"Setelah pertemuan itu, sekitar dua jam kemudian, keduanya langsung melaksanakan aksinya," ujar Restu dalam keterangannya kepada media, Rabu, 1 April 2026.
Peristiwa berawal saat kedua pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan bertamu. Namun, niat tersebut ternyata menjadi bagian dari rencana pembunuhan.
Setelah memastikan kondisi aman, keduanya menunggu hingga korban tertidur.
Baca Juga: Emosi Tengah Malam, Perwira Polisi di Bulukumba Diduga Aniaya Warga
Dalam kondisi korban terlelap, Mellanio lebih dahulu melakukan aksi dengan menggorok leher korban.
Syamsir yang mengaku tidak tega membunuh ayahnya secara langsung, kemudian ikut terlibat dengan menusuk bagian perut ayahnya.
"Pelaku ML melakukan penggorokan di bagian leher saat korban sedang tertidur. SS mengaku tidak tega membunuh langsung ayahnya," jelas Restu.
Usai melakukan aksi pertama, keduanya sempat meninggalkan rumah korban.
Namun, pada larut malam, mereka kembali mendatangi lokasi untuk memastikan korban benar-benar tidak berdaya.
Pada kesempatan itu, tindakan kekerasan kembali dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Kecil Terdeteksi: Maluku Utara dan Sulawesi Utara dalam Siaga!
-
Warga Gorontalo Berhamburan Saat Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Begini Penjelasan BMKG
-
Program Desa BRILiaN Jadikan Desa Pajambon Contoh Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
-
Catat! Jadwal Misa Paskah 2026 di Makassar: Kamis Putih hingga Minggu Paskah
-
Tak Diakui Anak, Pria di Bulukumba Bunuh Ayah Kandung dan Mutilasi Tubuh Korban