- Pemprov Sulawesi Selatan resmi memberlakukan tarif bus Trans Sulsel di kawasan Mamminasata mulai 1 April 2026.
- Penumpang umum membayar Rp4.600, sementara pelajar, lansia, dan disabilitas mendapat tarif khusus Rp2.000 melalui pendaftaran.
- Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan transportasi massal serta mengurangi kemacetan di wilayah Sulawesi Selatan.
Melalui aplikasi tersebut, calon penumpang cukup mengunggah data diri dan persyaratan yang dibutuhkan untuk diverifikasi sebagai penerima tarif khusus.
"Ke depan juga bisa dilakukan melalui aplikasi. Masyarakat tinggal mengakses link, memasukkan data KTP dan persyaratan lainnya," tambahnya.
Penerapan tarif ini sebenarnya telah direncanakan sejak awal tahun, bersamaan dengan dimulainya subsidi untuk tiga koridor Trans Sulsel.
Namun, pelaksanaannya sempat ditunda karena masih menunggu kesiapan berbagai aspek teknis dan administratif.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain sistem tiket (ticketing), sarana dan prasarana di dalam bus, hingga regulasi pendukung.
Pemprov Sulsel juga melakukan sosialisasi dan dialog dengan masyarakat sebelum kebijakan ini diberlakukan.
"Penetapan tarif ini untuk memastikan semua sudah siap sebelum diberlakukan. Kami juga sudah berdialog dengan penumpang, dan masukan dari mereka akan kami tindak lanjuti," ujar Erwin.
Adapun layanan Trans Sulsel saat ini mencakup tiga koridor utama yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di kawasan Mamminasata.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah lebih dahulu memberikan subsidi penuh untuk Koridor 1 dengan rute Galesong, Takalar menuju Mal Panakkukang di Makassar.
Baca Juga: UPTD Pemprov Sulsel Dapat Predikat Kualitas Tinggi dari Ombudsman, Ini Tiga Lokus Penilaiannya
Selain itu, Koridor 2 melayani rute dari Universitas Hasanuddin menuju Terminal Kereta Api Maros melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kedua koridor ini sempat digratiskan selama enam bulan untuk mendorong minat masyarakat beralih ke transportasi umum.
Pada tahun ini, Pemprov Sulsel menambah satu koridor baru, yakni Koridor 5 dengan rute Teknik Unhas Gowa menuju Unhas Tamalanrea.
Koridor ini sebelumnya merupakan bagian dari program Teman Bus yang disubsidi oleh Kementerian Perhubungan, namun kini pembiayaannya diambil alih oleh pemerintah provinsi.
Secara keseluruhan, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk mendukung operasional tiga koridor tersebut.
Dengan mulai diberlakukannya tarif, pemerintah berharap layanan Trans Sulsel dapat terus berjalan secara berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi
-
Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini
-
Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama
-
Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
-
Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan