- Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur perikanan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta.
- HNSI mendukung pembangunan fasilitas penunjang seperti pabrik es dan gudang pendingin untuk meningkatkan produktivitas serta nilai jual hasil tangkapan.
- Pemerintah menjalankan program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya strategis menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
SuaraSulsel.id - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Jakarta, Rabu (20/5).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan fokus pemerintah pada peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, cold storage, tempat pengolahan hasil tangkapan, hingga fasilitas docking kapal.
Sekretaris Jenderal HNSI, Lydia Assegaf, mengatakan program tersebut merupakan kebutuhan yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat nelayan di berbagai daerah.
Menurut Lydia, perhatian pemerintah terhadap penyediaan infrastruktur perikanan dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat produktivitas nelayan sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.
“Pembangunan fasilitas seperti pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan hingga docking kapal memang menjadi kebutuhan mendasar nelayan. Kami mengapresiasi komitmen pemerintah untuk memperhatikan sektor ini,” katanya.
HNSI juga menyatakan dukungan terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang kini tengah berjalan di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Program tersebut dinilai berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup nelayan dan keluarganya secara berkelanjutan.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor kelautan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Lydia.
Dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI tersebut, HNSI turut hadir sebagai representasi masyarakat nelayan nasional.
Baca Juga: 'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Kehadiran organisasi nelayan itu disebut sebagai bentuk keterlibatan masyarakat pesisir dalam pembahasan arah pembangunan nasional, khususnya sektor kelautan dan perikanan.
HNSI berharap berbagai program yang disampaikan pemerintah tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan dapat segera direalisasikan secara merata dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan nelayan di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Bupati Gowa Lawan Hak Angket: Dua Saksi Dilaporkan ke Bareskrim
-
Pemprov Sulsel Mulai Preservasi Jalan Luwu-Toraja, Jadi Akses Utama RS Regional