- Kanwil Imigrasi Sulsel meminta dinas kependudukan lebih selektif dalam memberikan identitas guna mencegah penyalahgunaan KTP oleh warga asing.
- Petugas menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia menggunakan KTP Indonesia untuk mengurus paspor di Palopo serta Pare-Pare.
- Imigrasi melakukan sinergi dan pertukaran data kependudukan dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebenaran identitas setiap pemohon paspor Indonesia.
SuaraSulsel.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Imigrasi Provinsi Sulawesi Selatan meminta dinas kependudukan di daerah selektif terkait data kependudukan dan memastikan tidak memberikan identitas kepada pihak yang salah, seperti hasil temuan adanya dua warga negara asing (WNA) menggunakan KTP yang hendak mengurus paspor Indonesia.
"Terkait dengan penyalahgunaan paspor ini, ada beberapa kali percobaan dari warga negara Filipina dan Malaysia untuk membuat paspor Indonesia. Ini tentunya diharapkan peran Dukcapil harus kuat memberikan data kependudukan baik itu KTP yang baru," kata Kepala Kanwil Imigrasi Sulsel Friece Sumolang saat beraudiensi dengan Bupati Toraja Utara di Toraja Utara, Rabu (20/5).
Dia menyebut, kejadian dua WNA menggunakan KTP Indonesia untuk mengurus paspor Indonesia itu terdeteksi terjadi di Imigrasi Palopo oleh WNA Filipina dan Imigrasi Pare-Pare oleh WNA Malaysia. Kejadian serupa juga pernah terjadi di Makassar.
Tapi untuk di Kabupaten Toraja Utara belum ditemukan kejadian serupa. Namun, Friece mengingatkan agar Wakil Bupati Toraja Utara dapat berkoordinasi dengan Dukcapil untuk mencegah hal tersebut terjadi.
Karena, lanjut dia, di Toraja Utara juga banyak warga setempat yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri.
Beberapa temuan WNA memiliki KTP Indonesia, kata dia, dikarenakan banyak warga Sulsel yang bekerja di luar negeri, seperti Malaysia.
Kemudian menetap dan tinggal menjadi warga negara setempat, tetapi lupa melepas status kewarganegaraan Indonesia.
"Sehingga ketika dia datang ke Sulsel dikira masih WNI, apalagi bisa berbahasa daerah setempat. Kebanyakan kejadian WNA punya KTP itu demikian, termasuk WNA Malaysia yang di Pare-Pare itu," katanya.
Tetapi untuk WNA Filipina yang diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo dipastikan warga negara Filipina.
Baca Juga: Siapa Li Jiamei? WNA China Berkedok WNI Nyaris Lolos Buat Paspor RI di Makassar
"Kalau yang Filipina ini kasusnya karena perkawinan," ungkapnya.
WNA Filipina berinisial RA itu menikah dengan warga negara Indonesia. Dari hasil pendalaman dan diakui oleh istri yang bersangkutan bahwa benar suaminya warga negara Filipina.
Friece mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan mencegah hal serupa terjadi lagi.
Imigrasi dan dukcapil melakukan pertukaran data setiap ada yang membuat paspor untuk memastikan kebenaran data pemohon.
"Kami tidak menyalahkan disdukcapil, kami berkolaborasi dan sinergi, kami juga memberikan informasi bahwa ada data kependudukan yang diberikan kepada orang yang tidak berhak dan kalau disdukcapil itu kan bisa membatalkan. Jadi kami selalu berkomunikasi, kolaborasi dan sinergitas terkait data-data kependudukan yang ada," kata Friece.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight
-
Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Nyaris Satu Dekade Tak Pulang, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Berkat Kejutan BRI