Muhammad Yunus
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:56 WIB
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/3). Masyarakat 'panic buying' di tengah isu kenaikan BBM [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Antrean panjang BBM terjadi di berbagai daerah Sulawesi Selatan pada 31 Maret 2026 dipicu isu kenaikan harga.
  • Pemerintah Sulsel dan Pertamina memastikan stok BBM aman, mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.
  • Pemberlakuan pembatasan pembelian BBM bersubsidi efektif mulai 1 April 2026 untuk menjaga ketersediaan energi.

SuaraSulsel.id - Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Selasa 31 Maret 2026.

Kondisi ini tak hanya terjadi di Kota Makassar, tetapi juga merata hingga ke daerah seperti Enrekang, Bone, Pinrang, Toraja dan Sinjai.

Di beberapa wilayah, warga bahkan rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Kepadatan antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular hingga ke badan jalan.

Fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM yang beredar sejak beberapa hari terakhir.

Padahal, pemerintah pusat melalui Istana Negara telah menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM pada April 2026.

Kebijakan yang akan diberlakukan hanya berupa pembatasan pembelian BBM bersubsidi.

Meski demikian, informasi tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan di tengah masyarakat. Kekhawatiran akan kelangkaan membuat sebagian warga memilih mengisi BBM lebih banyak dari biasanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Kasman menegaskan stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman.

Baca Juga: ASN dan Kepala Desa di Sulsel Latihan Militer Jadi Tentara Cadangan

Ia mengatakan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan dan distribusi berjalan lancar.

"Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pemerintah pusat juga sudah menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM untuk April," ujarnya saat dikonfirmasi.

Kasman menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Pertamina terkait potensi penimbunan. Pertamina telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawasi distribusi BBM di lapangan.

"Kami tegaskan stok BBM di Sulsel insyaallah aman. Jadi masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan," tambahnya.

Untuk wilayah Enrekang yang sempat mengalami antrean panjang, Kasman menyebut Pertamina telah melakukan penambahan pasokan.

Pada Selasa pagi, sekitar pukul 10.00 Wita telah dilakukan pembongkaran BBM dengan volume sekitar 24 kiloliter, disertai tambahan pasokan Pertamax dan Pertalite.

Load More