- Kementerian ESDM mencatat peningkatan gempa vulkanik dangkal di Gunung Awu, Kepulauan Sangihe, menjadi 21 kejadian per hari.
- Hasil pemantauan instrumental menunjukkan aktivitas magmatik masih aktif, meskipun pengamatan visual kawah tidak mengalami perubahan signifikan.
- Pihak berwenang mengimbau kewaspadaan terhadap potensi peningkatan aktivitas kegempaan mendadak akibat pengaruh tektonik regional di sekitar wilayah tersebut.
SuaraSulsel.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam evaluasi aktivitas Gunung Awu, di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, periode 16-30 April menunjukkan 21 kejadian gempa vulkanik dangkal per hari.
"Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, di mana rata-rata kejadian meningkat dari 15 kejadian per hari menjadi 21 kejadian per hari," kata Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang diterima di Manado, Kamis (14/5).
Pada periode evaluasi tersebut, terekam sebanyak 314 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 15 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa tektonik lokal (TL), dan 333 kali gempa tektonik jauh (TJ).
Energi gempa-gempa vulkanik secara keseluruhan, yang berdasarkan nilai perataan amplitudo rekaman gempa RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) menunjukkan nilai fluktuatif.
Berdasarkan pengamatan visual, kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024.
Embusan asap kawah teramati hanya 10-150 meter, dan dominan di bawah 50 meter di atas kubah lava.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas hembusan asap kawah masih berfluktuasi dan tidak terjadi peningkatan yang menerus dan signifikan.
Dari hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas magmatik di Gunung Awu masih terjadi secara aktif.
Peningkatan kegempaan secara tiba-tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan Gempa Low Freguency masih perlu diwaspadai di masa mendatang terutama setelah terjadinya peningkatan aktivitas tektonik regional di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku.
Baca Juga: ESDM: Kegempaan Gunung Awu di Kepulauan Sangihe Meningkat
Pada periode evaluasi tanggal 1-15 April 2026, sebanyak 257 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 17 kejadian per hari, 29 kali gempa vulkanik dalam (VA), tiga kali gempa tektonik lokal (TL), empat kali gempa terasa dengan skala I-Ill MMI, dan 747 kali gempa tektonik jauh (TJ).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gorontalo Diprediksi Dilanda Kekeringan Panjang hingga Februari 2027, Kabupaten Ini Paling Rawan
-
BRI Group Kembali Ukir Prestasi Global, Raih Enam Penghargaan dari Finance Asia
-
Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026
-
Transaksi Qlola Tumbuh 51 Persen, BRI Perkuat Platform Digital untuk Nasabah Bisnis
-
Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar