- Seorang polisi, Briptu Muhlis, terluka saat mengamankan pria berinisial NA (23) dengan gangguan mental di Selayar pada 24 Maret 2026.
- Korban diserang dengan kapak oleh NA saat polisi melakukan upaya persuasif di lokasi kejadian, lalu korban melompat untuk menghindar.
- Pelaku berhasil diamankan menggunakan gas air mata dan akan ditangani oleh Dinas Sosial serta Kesehatan, bukan melalui proses pidana.
SuaraSulsel.id - Seorang anggota polisi menjadi korban pembacokan saat berupaya mengamankan seorang pria dengan gangguan mental di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 yang mengakibatkan korban mengalami luka serius.
Korban diketahui bernama Briptu Muhlis. Ia terluka setelah diserang menggunakan kapak oleh pria berinisial NA (23), yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan tengah mengamuk di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Benteng, Selayar.
Peristiwa bermula dari laporan warga yang resah dengan perilaku NA. Pria tersebut dilaporkan mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis kapak sehingga membahayakan keselamatan orang di sekitarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Briptu Muhlis bersama sejumlah personel piket Polres Kepulauan Selayar segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
Diserang Saat Dibujuk
Setibanya di lokasi, petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan menenangkan NA.
Bahkan, upaya tersebut turut melibatkan pihak keluarga agar situasi bisa dikendalikan tanpa kekerasan.
Kasubsie Humas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre menjelaskan saat itu korban mencoba membujuk pelaku yang berada di dalam rumah. Termasuk hingga ke lantai dua.
Baca Juga: Kompolnas Ungkap Fakta Baru Kematian Remaja Tertembak Senjata Polisi di Makassar
"Saat di tempat kejadian perkara dibujuk, namanya orang dengan gangguan jiwa, dia membawa kapak," ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. NA justru merespons dengan tindakan agresif.
Ia tiba-tiba mengayunkan kapak ke arah petugas.
"Anggota saat mau mengamankan dengan pendekatan bersama orang tuanya justru diserang menggunakan kapak," kata Suardi.
Dalam situasi tersebut, Briptu Muhlis berusaha menghindari serangan. Ia bahkan sempat melompat dari lantai atas untuk menyelamatkan diri dari amukan pelaku.
Akibat serangan itu korban mengalami luka sobek pada lengan kiri serta cedera pada kaki kanan. Kondisi tersebut membuatnya harus segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kapal Pengangkut Sapi Tenggelam di Kalaotoa Saat Subuh, Puluhan Ternak Tak Terselamatkan
-
Duh! Kiai Cabuli Santriwati dengan Modus Minta Pijat, Pendiri Ponpes Maros Ditangkap di Bontang
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
IKA Teknik Unhas Juara Umum AAS Cup II 2026
-
Dituduh Tendang Pemain Persib, Kelompok Suporter PSM Akhirnya Buka Suara