Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27 WIB
Polisi di kabupaten Selayar terluka serius usai diserang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). (Ist)
Baca 10 detik
  • Seorang polisi, Briptu Muhlis, terluka saat mengamankan pria berinisial NA (23) dengan gangguan mental di Selayar pada 24 Maret 2026.
  • Korban diserang dengan kapak oleh NA saat polisi melakukan upaya persuasif di lokasi kejadian, lalu korban melompat untuk menghindar.
  • Pelaku berhasil diamankan menggunakan gas air mata dan akan ditangani oleh Dinas Sosial serta Kesehatan, bukan melalui proses pidana.

SuaraSulsel.id - Seorang anggota polisi menjadi korban pembacokan saat berupaya mengamankan seorang pria dengan gangguan mental di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 yang mengakibatkan korban mengalami luka serius.

Korban diketahui bernama Briptu Muhlis. Ia terluka setelah diserang menggunakan kapak oleh pria berinisial NA (23), yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan tengah mengamuk di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Benteng, Selayar.

Peristiwa bermula dari laporan warga yang resah dengan perilaku NA. Pria tersebut dilaporkan mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis kapak sehingga membahayakan keselamatan orang di sekitarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Briptu Muhlis bersama sejumlah personel piket Polres Kepulauan Selayar segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan. 

Diserang Saat Dibujuk

Setibanya di lokasi, petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan menenangkan NA. 

Bahkan, upaya tersebut turut melibatkan pihak keluarga agar situasi bisa dikendalikan tanpa kekerasan.

Kasubsie Humas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre menjelaskan saat itu korban mencoba membujuk pelaku yang berada di dalam rumah. Termasuk hingga ke lantai dua.

Baca Juga: Kompolnas Ungkap Fakta Baru Kematian Remaja Tertembak Senjata Polisi di Makassar

"Saat di tempat kejadian perkara dibujuk, namanya orang dengan gangguan jiwa, dia membawa kapak," ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026. 

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. NA justru merespons dengan tindakan agresif. 

Ia tiba-tiba mengayunkan kapak ke arah petugas.

"Anggota saat mau mengamankan dengan pendekatan bersama orang tuanya justru diserang menggunakan kapak," kata Suardi.

Dalam situasi tersebut, Briptu Muhlis berusaha menghindari serangan. Ia bahkan sempat melompat dari lantai atas untuk menyelamatkan diri dari amukan pelaku.

Akibat serangan itu korban mengalami luka sobek pada lengan kiri serta cedera pada kaki kanan. Kondisi tersebut membuatnya harus segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Load More