- Dua awak KM Citra Anugrah meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran kapal saat bersandar di Pelabuhan Rauf Rahman, Selayar, Senin (16/3).
- Dugaan awal ledakan berasal dari tabung gas elpiji 12 kilogram yang memicu kebakaran muatan kapal campuran.
- Kapolres Selayar memimpin penanganan lokasi kejadian, evakuasi, dan koordinasi logistik antisipasi kebutuhan Idul Fitri.
SuaraSulsel.id - Dua korban awak Kapal Motor (KM) Citra Anugrah dinyatakan meninggal dunia. Setelah mengalami luka serius saat terjadi ledakan disertai kebakaran kapal ketika bersandar di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
"Berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian, diduga ledakan berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi terbelah," ujar Kapolres Selayar AKBP Didid Imawan melalui keterangan tertulisnya diterima, Senin (16/3).
Dua korban tersebut masing-masing Aryadin berusia 40 tahun diketahui kapten kapal dan Arif Jaya usai 40 tahun anak buah kapal (ABK).
Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi ledakan di kapal tersebut.
Sedangkan dua ABK kapal lainnya dinyatakan selamat masing-masing, Iksan usia 45 tahun mengalami patah tulang kaki saat melompat dari kapal dan Irfan berusia 35 tahun hanya mengalami luka ringan saat kejadian Senin pagi tadi.
KM Citra Anugrah tersebut milik Haji Salam diketahui memuat berbagai barang campuran sekitar 2.000 paket dos, termasuk bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite serta tabung gas ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram. Sejumlah barang campuran tersebut juga berhamburan di sekitar dermaga.
Rencananya, barang-barang campuran tersebut akan dibawa ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Selayar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Atas kejadian tersebut, Petugas dari Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait berada lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi, serta membantu pemadaman api hingga mengeluarkan asap hitam tebal di area pelabuhan.
Kapolres menjelaskan, muatan kapal terdiri naas itu terdiri dari bahan pokok, gas elpiji serta BBM merupakan pasokan kebutuhan masyarakat untuk dikirim ke Kecamatan Pasimarannu menjelang lebaran tahun ini.
Baca Juga: Diskon 30 Persen Tikel Kapal Pelni Jakarta - Makassar - Ambon - Papua
Atas kejadian tersebut, pihak terkait melakukan koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan terhambatnya distribusi logistik ke wilayah tersebut mengingat kebutuhan jelang lebaran meningkat.
Sedangkan dua korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu setelah keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan proses autopsi.
Meski dugaan penyebab kejadian akibat ledakan tabung gas, namun pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti peristiwa kebakaran tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bekas Ciuman di Leher Jadi Pemicu, Suami di Makassar Nekat Gorok Istri hingga Tewas
-
BRImo Punya Fitur Baru, Transfer Sekaligus Nabung Emas Mulai Rp10.000
-
Mahasiswa Makassar Sebut Program Makan Bergizi Gratis Ladang Korupsi
-
Pemprov Papua Salurkan Bantuan Darurat untuk Warga Korban Bom Perang Dunia II
-
Kronologi Pasien Tikam Pasien di RSUP Wahidin: Pelaku Mondar-mandir Sebelum Beraksi