- Kompolnas menelusuri kematian remaja di Makassar pada 1 Maret 2026 menggunakan rekaman CCTV baru lebih jelas.
- Rekaman menunjukkan korban bermain tembak-tembakan sebelum terjadi percekcokan dan penembakan oleh anggota polisi.
- Pemeriksaan autopsi jenazah korban hanya menemukan luka akibat tembakan senjata api tanpa kekerasan fisik lain.
SuaraSulsel.id - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap sejumlah temuan baru terkait kasus kematian Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18), remaja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang meninggal dunia setelah tertembak senjata api milik anggota polisi.
Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam mengatakan pihaknya datang langsung ke Makassar untuk menelusuri peristiwa yang terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026, di Jalan Toddopuli.
Dalam penelusuran itu, Kompolnas memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Rekaman yang diperoleh, kata Anam, memiliki sudut pandang berbeda dan kualitas gambar yang lebih jelas dibandingkan video yang sebelumnya beredar di publik.
"Kami tidak hanya melihat CCTV yang beredar di masyarakat, tetapi juga memeriksa CCTV lain dengan sudut pandang berbeda dan kualitas gambar yang jauh lebih jelas. Rekaman itu kami cek langsung dari lokasi dan lingkungan sekitar tempat kejadian," ujar Anam kepada media, Kamis, 5 Maret 2026.
Dari rekaman tersebut, Kompolnas memastikan bahwa sebelum insiden penembakan terjadi, terdapat aktivitas sekelompok remaja yang sedang bermain tembak-tembakan menggunakan peluru water jelly dengan senjata mainan jenis omega.
Namun, aktivitas para remaja itu tidak hanya sekadar permainan.
Anam menyebut ada rangkaian kejadian lain yang terekam kamera, tetapi belum dapat diungkap secara detail karena masih menjadi bagian dari proses penegakan hukum oleh kepolisian.
"Tapi tidak hanya itu, aktivitasnya tidak hanya tembak menembak, karena dari rekaman CCTV yang sudah kami ambil, tapi saya ga akan ungkap biar itu menjadi bahan penegakan hukum di polisi," katanya.
Dalam potongan rekaman CCTV yang diperlihatkan kepada media, terlihat Bertrand bersama sejumlah remaja lain bermain tembak-tembakan di tengah jalan.
Baca Juga: Senjata Mainan 'Omega' Telan Korban Warga Makassar: Ibu dan Anak Sudah Kena Mata
Situasi kemudian berubah menjadi gaduh. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat sempat memukul seorang pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi.
Tak lama kemudian, anggota polisi datang ke tempat kejadian untuk melakukan pengamanan.
Salah seorang polisi, yaitu Iptu N kemudian melepaskan satu kali tembakan peringatan. Ia memegang pistol di tangan kanan sambil menarik baju korban.
Saat itu, korban terlihat berusaha melepaskan diri.
Dalam kondisi tersebut, tangan petugas yang memegang senjata api masih berada dekat dengan tubuh korban.
"Memang ada tembakan peringatan. Kemudian terdengar tembakan kedua yang akhirnya mengenai korban," kata Anam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045